Gejala Sariawan pada Anak: Kenali Tanda Ringan hingga Serius

gejala sariawan

Sariawan pada anak adalah luka kecil atau peradangan di dalam mulut (misalnya pipi bagian dalam, lidah, gusi, langit-langit) yang biasa disebut stomatitis aftosa. Meskipun tidak berbahaya, sariawan bisa menyebabkan nyeri hebat sehingga anak sulit makan atau bicarai. Sebagai contoh, IDAI menyatakan anak penderita sariawan sering menolak makan dan menjadi rewel, hingga berat badannya sulit naik bila tidak ditangani. Pada umumnya, sariawan sembuh sendiri dalam waktu sekitar 7–10 hari, dengan rasa sakit mereda setelah 3–4 hari. Namun, orang tua perlu mewaspadai gejala sariawan sejak awal untuk memberikan perawatan yang tepat.

Gejala Ringan Sariawan pada Anak

Gejala sariawan yang ringan umumnya muncul terlebih dahulu di mulut anak. Beberapa tanda awal yang dapat dikenali, antara lain:

  • Sensasi terbakar atau nyeri di mulut: Anak mungkin mengeluh lidah atau pipi dalamnya seperti terbakar atau nyeri ringan..
  • Luka kecil berwarna putih/kuning: Tampak bercak berwarna putih atau kekuningan di dalam mulut, sering kali dikelilingi area meradang kemerahan
  • Kesulitan saat makan/minum: Nyeri pada luka membuat anak agak menahan diri saat mengunyah atau menelan makanan. Meski begitu, anak biasanya masih dapat minum dan makan dengan makanan yang lebih lembut.
  • Anak menjadi rewel dan nafsu makan menurun: Rasa sakit di mulut dapat membuat anak sulit nyaman, sehingga ia jadi rewel dan enggan makan meski demamnya ringan atau tidak demam sama sekali..

Gejala di atas umumnya hanya menyebabkan ketidaknyamanan ringan. Jika segera dikenali, perawatan sederhana di rumah—misalnya menjaga kebersihan mulut, memberikan makanan hangat atau dingin yang lembut, serta madu alami sebagai obat oles—dapat membantu meredakan gejala dan mempercepat penyembuhan.

Gejala Serius yang Perlu Diwaspadai

A realistic close-up indoor scene of an Indonesian child around 6 years old (tan skin, short messy black hair) sitting weakly with a tired expression. His lips are visibly inflamed, showing multiple red and white ulcers, with slight swelling and difficulty eating. He holds a spoon but looks hesitant to eat. His mother, in a light pastel hijab, watches with visible concern. On the table: a bowl of untouched porridge, a glass of water, a thermometer, and a small blue bottle labeled “Grotima.” The background is softly lit, evoking a mood of parental care and medical awareness.

Walau sebagian besar sariawan ringan, ada beberapa tanda sariawan yang lebih serius dan memerlukan penanganan medis segera. Orang tua harus waspada jika gejala-gejala berikut muncul:

  • Lama sariawan > 2 minggu: Luka sariawan tidak kunjung membaik dalam waktu lebih dari dua minggu
  • Demam tinggi dan ruam kulit: Anak disertai demam tinggi, muncul ruam di kulit, atau muncul luka di tangan dan kaki (tanda infeksi virus lain seperti penyakit tangan-kaki-mulut).
  • Pembengkakan kelenjar getah bening: Area leher atau rahang tampak bengkak karena kelenjar getah bening yang meradang.
  • Penurunan berat badan dan dehidrasi: Nafsu makan anak sangat menurun sehingga berat badan turun, dan anak kesulitan minum (misalnya sulit menelan air) hingga berisiko dehidrasi.

Jika salah satu gejala di atas terjadi, segera bawa anak ke dokter. Menurut pakar kesehatan, sariawan dengan tanda serius seperti tidak sembuh, demam, ruam, atau dehidrasi perlu pemeriksaan medis agar penyebabnya diketahui dan perawatan yang tepat bisa dilakukan.

Pentingnya Deteksi Dini

pentingnya deteksi dini

Mendeteksi sariawan pada anak sejak dini sangat penting agar penanganan dapat segera dilakukan sebelum kondisi memburuk. Dengan mengetahui gejala awal sariawan, orang tua bisa memberikan perawatan pendukung di rumah – misalnya menjaga kebersihan mulut anak, memberi makanan lembut, atau membiarkan anak mengonsumsi madu murni yang memiliki sifat antibakteri. Langkah cepat ini dapat meredakan nyeri lebih cepat dan mencegah sariawan berkembang menjadi lebih parah. Halodoc mencatat bahwa sariawan pada bayi umumnya sembuh dalam 7–10 hari jika ditangani dengan baik. Sebaliknya, keterlambatan penanganan sariawan bisa membuat anak lebih lama rewel dan sulit makan, seperti yang dijelaskan IDAI bahwa sariawan berkepanjangan dapat menghambat pertambahan berat badan anak. Oleh karena itu, pengenalan tanda sariawan sejak dini memudahkan orang tua untuk melakukan perawatan yang benar – baik secara mandiri di rumah maupun dengan berkonsultasi ke dokter sebelum kondisi memburuk.

Grotima: Solusi Alami Pencegahan dan Pemulihan Sariawan

grotima

Untuk mendukung pencegahan dan pemulihan sariawan, Grotima hadir sebagai suplemen madu anak alami. Formula Grotima menggabungkan madu murni dengan bahan herbal tradisional. Madu murni dalam Grotima memiliki sifat antibakteri dan antiperadangan yang membantu mengatasi sariawan. Penelitian menunjukkan bahwa madu efektif mengurangi rasa nyeri, ukuran luka, dan kemerahan sariawan, serta mencegah infeksi sekunder. Selain itu, Grotima mengandung ekstrak temulawak yang kaya kurkumin. Kurkumin adalah senyawa dengan sifat anti-inflamasi kuat, sehingga membantu meredakan peradangan pada luka sariawan anak.

Dengan rutin mengonsumsi Grotima sesuai dosis anjuran, anak mendapatkan asupan nutrisi tambahan yang mendukung daya tahan tubuhnya. Daya tahan yang baik membantu mencegah sariawan kambuh, sementara sifat alami bahan Grotima mempercepat proses penyembuhan luka mulut secara alami. Secara keseluruhan, Grotima berperan sebagai solusi alami yang preventif untuk meminimalkan risiko sariawan dan juga sebagai pereda gejala ketika sariawan muncul, sehingga anak dapat segera pulih dengan lebih nyaman dan aman.

Kesimpulan: Kenali sejak dini gejala-gejala sariawan pada anak, dari yang ringan seperti luka putih di mulut dan rasa terbakar, hingga tanda serius seperti demam tinggi atau dehidrasi. Tindakan cepat di rumah dan konsultasi medis bila perlu sangat penting. Selain langkah perawatan, mempertimbangkan suplemen madu alami seperti Grotima dapat membantu mencegah dan meredakan sariawan, berkat kombinasi madu antibakteri dan temulawak anti-inflamasi yang mendukung pemulihan alami anak

berikutnya : Penyebab Sariawan pada Anak dan Cara Mencegahnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *