![]()
Anak dengan alergi makanan sering kali harus menghindari sumber nutrisi utama (susu, telur, kedelai, gandum). Padahal, makanan-makanan tersebut kaya protein, lemak, dan vitamin penting. Penelitian menunjukkan bahwa pola eliminasi alergi harus diiringi penggantian nutrisi agar tumbuh kembang tak terganggu. Misalnya, susu sapi, telur, kedelai adalah sumber protein dan lemak; jika dihindari, perlu diganti dengan makanan setara. Gagal mengganti zat gizi ini berisiko menyebabkan defisiensi serius hingga gangguan pertumbuhan. Oleh karena itu:
- Makanan tinggi protein/lemak (susu sapi, telur, ikan) harus diganti dengan sumber protein sehat lain (daging ayam, ikan aman, kacang-kacangan).
- Karbohidrat kompleks (gandum, serealia) juga penting untuk energi dan mikronutrien; gantilah dengan biji-bijian bebas alergen.
Mengapa Anak Alergi Perlu Asupan Tambahan Protein?
Anak alergi umumnya memerlukan protein ekstra. Data lokal menunjukkan anak usia 2–6 tahun dengan alergi berat butuh tambahan ~20% protein harian dibanding normal, dan anak >6 tahun sekitar 15–20% lebih banyak. Hal ini karena banyak protein penting (susu, telur, kedelai) dihindari, sedangkan kebutuhan pertumbuhan dan perbaikan jaringan tetap tinggi. Jika asupan protein rendah, risiko pertumbuhan terhambat atau kwashiorkor meningkat. Oleh sebab itu, pastikan setiap anak alergi mendapatkan sumber protein pengganti: misalnya daging putih, ikan (non-alergen), telur ayam kampung, dan kacang-kacangan aman.
Vitamin dan Mineral Pendukung Imunitas Anak Alergi
Selain makronutrien, anak alergi rentan kekurangan mikronutrien krusial. Penelitian menunjukkan anak alergi sering mengalami kekurangan kalsium, zat besi (Fe), seng (Zn), vitamin D, dan vitamin E hingga sekitar 67% dari rekomendasi harian. Beberapa vitamin dan mineral yang penting bagi imun tubuh anak antara lain:
- Vitamin A, C, D, E: Mendukung fungsi sel imun dan imunitas umum anak. (Contoh sumber: sayur hijau, buah jeruk, sinar matahari, minyak ikan.)
- Vitamin B kompleks: Berperan pada metabolisme sel dan produksi energi.
- Zat Besi & Seng: Zat besi diperlukan untuk sel darah merah; seng berperan langsung pada aktivitas sel imun. Anak alergi susu misalnya sering kekurangan zat besi.
- Kalsium & Vitamin D: Penting untuk kesehatan tulang dan modulasi imun. Kekurangan kalsium (dari susu sapi) harus diganti misalnya dengan sayur hijau berdaun gelap atau susu kedelai difortifikasi.
Memenuhi asupan mikronutrien ini bisa lewat diet seimbang: beri beragam buah, sayur, sumber protein dan biji-bijian bebas alergen. Bila perlu, suplemen multivitamin khusus anak (mengandung vitamin dan mineral di atas) dapat membantu mencukupi kebutuhan harian.
Grotima: Suplemen Alami Pendamping Nutrisi Anak Alergi
![]()
Sebagai contoh suplemen pendukung nutrisi anak alergi, produk Grotima menggabungkan multivitamin dengan empat bahan alami utama. Keempat bahan tersebut adalah madu murni, temulawak, albumin ikan gabus, dan gamat emas (teripang). Masing-masing berfungsi sebagai berikut:
- Madu murni: Sumber energi alami dan antioksidan (meningkatkan imunitas).
- Temulawak: Mengandung kurkuminoid yang menstimulasi nafsu makan anak.
- Albumin Ikan Gabus: Protein lengkap tinggi albumin, membantu regenerasi sel dan perbaikan jaringan.
- Gamat (teripang emas): Kaya senyawa bioaktif dengan aktivitas anti-inflamasi.
Suplemen seperti ini dimaksudkan sebagai pendamping diet: membantu menambah asupan gizi harian dan meningkatkan daya tahan tubuh anak alergi.
Kandungan Madu, Temulawak, Gamat dan Ikan Gabus untuk Anak Alergi
Komponen alami di atas memiliki khasiat khusus:
- Madu: Mengandung antioksidan dan sifat antimikroba (meski tidak bisa menggantikan nutrisi, madu bantu menjaga imunitas anak).
- Temulawak (Curcuma xanthorrhiza): Penelitian di Bogor membuktikan javanese turmeric (temulawak) efektif meningkatkan perilaku makan anak yang kehilangan nafsu (anoreksia). Selain itu, temulawak bersifat anti-inflamasi alami karena kandungan kurkumin.
- Gamat (Teripang Emas): Mengandung peptida bioaktif bersifat anti-peradangan. Suplemen gamat telah diteliti sebagai agen anti-inflamasi dalam kondisi peradangan.
- Albumin Ikan Gabus: Daging ikan gabus kaya albumin, protein yang perannya adalah mengangkut nutrisi ke seluruh tubuh. Kandungan albumin ikan gabus sangat tinggi (sekitar 30,3%), membantu regenerasi sel anak saat sakit. Albumin ikan gabus juga bebas alergen (ikan air tawar), sehingga aman untuk anak alergi ikan laut.
Bagaimana Albumin Ikan Gabus Membantu Pemulihan Anak Alergi
Albumin adalah protein plasma utama dalam darah yang mengikat dan mengantarkan nutrisi ke seluruh tubuh. Dengan kandungan albumin tinggi, ekstrak ikan gabus mampu mempercepat perbaikan jaringan tubuh anak yang kurang gizi atau habis pakai saat sakit/alergi. Studi menunjukkan satu ekor ikan gabus memiliki 30% kandungan albumin, jauh lebih tinggi dari salmon. Kelebihan albumin membantu regenerasi sel yang optimal—misalnya, mempercepat pemulihan anak setelah diare berat atau eksim parah. Selain itu, albumin ikan gabus tidak menimbulkan reaksi alergi (karena jenis air tawar), sehingga aman sebagai sumber protein bagi anak alergi.
Temulawak dan Madu sebagai Anti-Inflamasi Alami
Kombinasi temulawak dan madu juga efektif mengatasi nafsu makan rendah akibat alergi. Penelitian menunjukkan pemberian puding temulawak secara signifikan meningkatkan skor perilaku makan anak (nafsu makan). Penelitian lain menemukan konsumsi temulawak + madu selama 30 hari menaikkan berat badan anak balita secara signifikan dibanding kontrol tanpa madu. Mekanismenya berhubungan dengan sifat kurkumin dalam temulawak yang mengurangi peradangan saluran cerna dan madu yang menambah energi. Kedua bahan ini bersifat anti-inflamasi alami, sehingga dapat meredam peradangan (misal eksim atau infeksi ringan) dan mendorong nafsu makan anak. Hasilnya, anak alergi lebih cepat pulih karena asupan gizi lebih baik.
Saat Anak Susah Makan karena Alergi, Ini Solusinya
Ketika alergi membuat anak kehilangan nafsu makan, penuhi kebutuhan gizi dengan cara kreatif:
- Makanan cair dan kalori padat: Berikan sup krim, bubur, atau jus buah yang kaya nutrisi (misal wortel, labu manis) sehingga anak mendapatkan energi dan vitamin.
- Stimulan nafsu makan alami: Gunakan rempah seperti temulawak dalam masakan anak, atau tambahkan setetes madu (jika anak >1 tahun) untuk rasa manis dan gizi ekstra. Kedua bahan ini terbukti menambah nafsu makan dan berat badan anak kurang gizi.
- Susu formula khusus: Bila anak alergi susu sapi, beralih ke susu hipoalergenik (berbasis soya atau hidrolisat protein) yang mengandung nutrisi lengkap tanpa pemicu alergi.
- Pantau reaksi baru: Perkenalkan makanan baru satu per satu, amati tanda alergi. Kombinasikan dengan suplemen alami bila perlu, tetapi selalu sesuai anjuran dokter anak.
Kombinasi Makanan & Suplemen yang Aman untuk Anak Alergi
Menyusun menu alergi aman dengan tambahan suplemen alami bisa dengan tips:
- Karbohidrat & sayur buah: Beri variasi karbohidrat bebas alergen (beras, kentang, ubi) ditambah sayur buah kaya vitamin (paprika, jeruk, kiwi) untuk antioksidan dan vitamin C.
- Protein bebas alergen: Daging ayam, ikan non-alergen (seperti ikan gabus), telur ayam kampung (jika tak alergi telur), dan kacang-kacangan aman. Suplai protein albumin ikan gabus melalui lauk pauk atau sup ikan gabus bisa jadi pilihan.
- Asupan lemak sehat: Minyak zaitun atau alpukat dapat menggantikan lemak susu dan telur.
- Suplemen alami pendamping: Selain menu utama, berikan suplemen seperti Grotima (madu, temulawak, gamat, albumin) yang telah diformulasi khusus untuk anak. Nutrisi dari madu-temulawak dapat meningkatkan nafsu makan, sedangkan albumin ikan gabus dan gamat mendukung pemulihan tanpa risiko alergi.
Contoh kombinasi: Bubur ayam dengan kuah ikan gabus, sayur bayam, jus apel madu (madu pelarut larutan), dan suplemen vitamin anak.
![]()
Suplemen Alami vs Obat Kimia untuk Alergi Anak: Mana yang Lebih Baik?
Pada dasarnya, pengelolaan alergi anak idealnya dimulai dengan nutrisi optimal. Suplemen alami (madu, rempah, ekstrak ikan gabus/gamat) berfungsi sebagai pendukung nutrisi dan imunitas dengan efek samping minimal. Misalnya, albumin ikan gabus tidak menimbulkan reaksi alergi saat dikonsumsi, dan gamat bersifat anti-inflamasi alami. Sebaliknya, obat kimia (antihistamin, dekongestan) efektif meredakan gejala alergi (seperti gatal, bengkak) tetapi tidak menambah nutrisi dan kadang menimbulkan kantuk atau ketergantungan. Dengan nutrisi dan suplemen alami yang tepat, tubuh anak lebih kuat melawan alergi dari dalam, membuat pengobatan kimia hanya sebagai langkah tambahan bila gejala berat. Dalam banyak kasus, kombinasi pendekatan terbaik: menjaga asupan nutrisi lengkap ditambah suplemen alami lebih aman untuk jangka panjang dibanding mengandalkan obat sintetis saja.