
Banyak orang tua panik ketika anak yang biasanya lahap tiba-tiba tidak mau makan. Padahal, penurunan nafsu makan pada anak bisa terjadi karena berbagai faktor yang wajar. Misalnya, pada usia 2–5 tahun, pertumbuhan anak melambat sehingga kebutuhan makannya juga menurun. Kondisi ini umumnya normal dan tidak berbahaya, asalkan berat badan anak tetap bertambah secara konsisten.
Namun, jika nafsu makan anak menurun terus-menerus, orang tua perlu mencari tahu penyebabnya agar kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi. Berikut ini beberapa faktor umum yang sering menjadi penyebab anak tiba-tiba susah makan:
1. Anak Sedang Sakit
Flu, demam, sakit tenggorokan, sakit perut, atau gigi berlubang bisa menyebabkan tubuh anak lemah dan kehilangan selera makan. Saat sakit, tubuh anak lebih fokus melawan infeksi sehingga makanan menjadi kurang menarik baginya.
2. Tumbuh Gigi
Bayi atau balita yang sedang tumbuh gigi akan merasa nyeri atau ngilu di gusi, sehingga sering menolak makanan. Gusi yang bengkak menyebabkan anak rewel dan malas makan. Biasanya, nafsu makan kembali normal setelah proses tumbuh gigi selesai.
3. Gangguan Pencernaan
Masalah seperti kolik, sembelit, atau refluks asam lambung membuat perut terasa tidak nyaman. Anak pun cenderung menolak makanan. Misalnya, bayi yang kolik bisa menangis berjam-jam dan enggan menyusu atau makan. Begitu juga dengan anak yang perutnya kembung atau susah BAB akan tampak kurang nafsu makan.
4. Kebiasaan Makan yang Buruk
Terlalu sering ngemil atau minum susu di luar jadwal makan dapat membuat anak kenyang sebelum waktu makan utama. Selain itu, kebiasaan makan sambil menonton TV atau bermain gadget membuat anak kurang fokus pada makanan. Ini menyebabkan anak tidak benar-benar menikmati makanannya dan cenderung makan sedikit atau bahkan menolak makan.
5. Pilihan Makanan (Picky Eater)
Banyak anak balita memilih-milih makanan. Mereka hanya mau jenis tertentu dan menolak mencoba yang baru. Meski ini wajar, jika dibiarkan terlalu lama, menu makanan anak bisa jadi sangat terbatas dan berdampak pada kecukupan nutrisinya.
6. Stres atau Masalah Emosional
Perubahan lingkungan seperti pindah sekolah, suasana rumah yang tidak nyaman, atau tekanan dari orang tua bisa membuat anak merasa cemas dan kehilangan nafsu makan. Anak-anak belum mampu mengungkapkan emosinya secara verbal, sehingga sering menunjukkan reaksi melalui perubahan pola makan.
Ciri Nafsu Makan Normal dan Tidak Normal
![]()
Fluktuasi nafsu makan pada anak adalah hal yang biasa. Kadang-kadang anak menolak makan karena kenyang atau bosan dengan menu. Namun, orang tua perlu waspada jika:
Penurunan nafsu makan berlangsung lebih dari seminggu
Berat badan anak turun drastis
Anak tampak lemas, pucat, atau mudah rewel
Tanda dehidrasi muncul seperti bibir kering, jarang buang air kecil
Disertai gejala lain seperti demam tinggi, nyeri perut, atau muntah-muntah
Dalam kasus seperti ini, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Bisa jadi anak mengalami kondisi medis seperti infeksi, anemia, gangguan pencernaan, atau alergi makanan yang memengaruhi nafsu makannya.
Cara Mengatasi Anak Susah Makan
Menghadapi anak yang susah makan perlu kesabaran dan pendekatan yang menyenangkan. Berikut beberapa strategi yang bisa dicoba:
1. Buat Jadwal Makan Teratur
Terapkan pola makan tiga kali sehari di waktu yang sama. Hindari memberi camilan atau susu menjelang waktu makan utama agar anak merasa lapar saat makan.
2. Variasikan Menu dan Penyajian
Sajikan makanan dalam bentuk menarik: bentuk lucu, warna cerah, atau piring kesukaan anak. Ajak anak ikut memilih atau membantu menyiapkan makanan untuk menumbuhkan rasa ingin mencoba.
3. Porsi Kecil Tapi Sering
Jika anak susah makan dalam jumlah banyak, cobalah berikan porsi kecil lebih sering. Ini lebih mudah diterima dan tetap membantu memenuhi kebutuhan kalori hariannya.
4. Batasi Camilan & Makanan Tidak Sehat
Kurangi makanan manis, gorengan, dan minuman kemasan yang membuat anak cepat kenyang namun miskin gizi. Prioritaskan buah, sayur, sumber protein seperti ikan, telur, dan kacang-kacangan.
5. Hindari Tekanan Saat Makan
Jangan paksa anak untuk makan habis. Sebaliknya, beri pujian jika ia mau mencoba makanan baru. Makan dengan suasana santai dan tanpa gangguan gadget membuat anak lebih fokus dan menikmati makanannya.
6. Gunakan Suplemen Alami (Jika Perlu)
Beberapa suplemen berbahan herbal dapat membantu meningkatkan nafsu makan anak. Misalnya Grotima – suplemen alami berbasis madu, temulawak, albumin ikan gabus, dan gamat emas.
![]()
Kandungan alaminya diklaim membantu meningkatkan selera makan serta memperkuat imunitas anak. Meski demikian, selalu konsultasikan ke dokter sebelum memberikan suplemen apapun. beli grotima klik disini
Kapan Harus Membawa Anak ke Dokter?
Segera periksa ke dokter jika:
Nafsu makan anak menurun drastis lebih dari 5 hari
Disertai demam tinggi, muntah, atau diare
Anak tampak sangat lemas atau berat badan menurun
Ada tanda-tanda anemia seperti wajah pucat dan kurang bersemangat
Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh dan memberikan saran penanganan yang tepat, termasuk terapi gizi atau pengobatan bila diperlukan.
Kesimpulan
Anak bisa tiba-tiba susah makan karena banyak faktor – mulai dari sakit ringan, tumbuh gigi, stres, hingga kebiasaan makan yang kurang tepat. Mengetahui penyebabnya adalah langkah awal untuk mengatasi masalah ini. Terapkan pola makan yang sehat, buat suasana makan menyenangkan, dan jika perlu, bantu dengan suplemen alami yang aman. Namun, bila penurunan nafsu makan disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, jangan ragu untuk membawa anak ke dokter. Setiap anak unik, dan dengan pendekatan yang tepat, orang tua bisa membantu anak kembali makan dengan baik dan tumbuh optimal