
Banyak ibu merasa khawatir saat mendapati anaknya hanya memilih-milih makanan atau tidak mau makan sama sekali. Padahal kondisi anak susah makan sebenarnya umum terjadi pada usia 2–5 tahun. Meski wajar, masalah ini harus diatasi agar asupan gizi seimbang tetap terpenuhi. Berikut ulasan lengkap strategi dan tips bagi ibu muda untuk mengatasi anak susah makan, mulai dari penyajian makanan, nutrisi tersembunyi, jadwal makan, hingga dukungan suplemen alami seperti Grotima.
Strategi Ibu Cerdas Mengatasi Anak yang Pilih-Pilih Makanan

Ibu cerdas mengatasi anak picky eater dengan pendekatan sabar dan kreatif. Beberapa strategi praktis antara lain:
Makan bersama dan jadi contoh: Orang tua sebaiknya makan menu yang sama dengan anak dan menunjukkan bahwa makanan itu enak, tanpa menambah garam berlebih.
Beri porsi kecil dan pujian: Sajikan makanan sedikit demi sedikit agar tidak membuat anak kewalahan, dan berikan pujian meski ia hanya makan sedikit.
Jangan paksa anak makan: Jika anak menolak makanan, tetaplah tenang dan jangan memaksa. Alih-alih memaksa, ambil makanan tersebut secara diam-diam dan tawarkan lagi di kesempatan lain.
Batasi camilan dan hindari hadiah makanan: Hindari memberikan terlalu banyak camilan manis di sela waktu makan berat. Jangan jadikan makanan manis atau camilan sebagai “hadiah” agar tidak mengganggu selera anak untuk makan makanan sehat.
Ciptakan suasana makan menyenangkan: Ajak anak ngobrol ringan selama makan, nyalakan musik lembut, atau gunakan alat makan lucu agar suasana santai dan menarik.
Libatkan orang favorit anak: Jika perlu, undang anggota keluarga yang disukai anak (misalnya kakek, nenek, atau saudara) untuk makan bersama. Anak sering lebih semangat makan ketika didampingi orang yang ia sukai.
Kreasikan cara penyajian: Ubah bentuk makanan menjadi menarik (misalnya nasi dibentuk karakter lucu atau sayur dipotong stik warna-warni). Libatkan anak dalam menyiapkan makanan atau memilih menu sederhana agar ia merasa memiliki andil dan lebih antusias mencoba hasil masakannya.
Tips Menyajikan Makanan Menarik untuk Anak Susah Makan
Penyajian yang kreatif dapat menggugah selera makan anak. Beberapa tipsnya:
Warna dan bentuk unik: Sajikan makanan dengan variasi warna cerah dan bentuk lucu. Misalnya, bentuk nasi menjadi karakter kesayangan anak atau sayuran dipotong menjadi bintang/anjing. Beri nama makanan yang lucu seperti “spaghetti pelangi” untuk menarik minatnya.
Perbolehkan anak menyentuh makanan: Sebelum menyuapi, biarkan anak memegang atau mencium makanan agar ia lebih mengenali tekstur dan aromanya. Ini dapat mengurangi rasa takut atau penasaran yang berlebihan.
Suasana makan yang menyenangkan: Gunakan piring atau alat makan dengan gambar lucu, dan sajikan makanan favorit di bagian akhir agar anak termotivasi menghabiskan suapan sebelumnya. Ajak juga anak berpetualang rasa dengan mencoba sedikit demi sedikit makanan yang kurang ia sukai, lalu beri “hadiah” pujian saat ia mau mencoba.
Berikan contoh langsung: Anak adalah peniru ulung. Duduk bersama di meja makan dan tunjukkan kepada anak bahwa orang tua menikmati makanan itu. Ungkapkan rasa suka Anda saat makan, misalnya “Wah enak ya, penuh rasa!”, agar anak ikut penasaran dan tertarik mencobanya.
Trik Menyisipkan Nutrisi ke Makanan Favorit Anak
Untuk anak yang susah makan sayur atau buah, trik menyelipkan nutrisi dalam menu favorit bisa membantu:
Campurkan sayur dalam lauk utama: Buat bakso dengan isi sayur bayam dan wortel, atau omelet sayur agar nutrisi sayuran masuk ke dalam makanan kesukaannya. Misalnya membuat nugget ayam isi bayam atau katsu dengan campuran wortel.
Olahan lauk hewani kaya nutrisi: Tambahkan sayuran cincang halus ke dalam lauk hewani anak (misal ayam goreng isi sayur atau ikan panggang dengan taburan sayur cincang).
Snack sehat berbahan sayur/buah: Manfaatkan menu jajanan sehat, seperti bola daging atau muffin yang dicampur sayur (wortel, bayam, labu). Contohnya, bola isi bayam renyah atau muffin pisang-apple tanpa gula berlebih.
Cara Membedakan Anak Benar-Benar Tidak Lapar atau Hanya Bosan
Tidak semua penolakan makan berarti kurang nafsu. Perhatikan tanda-tanda berikut: jika anak tampak aktif bermain atau belum merasa lapar, kemungkinan ia memang tidak lapar. Untuk memastikan, terapkan jadwal makan teratur (3x makan utama + 2x camilan) sehingga tubuh anak memahami waktu makan. Jika anak menolak makanan padahal sudah waktunya makan dan sebelumnya aktif, ia mungkin hanya bosan atau pilih menu. Dalam hal ini, coba variasi menu atau berikan jeda makan sampai ia benar-benar lapar, lalu tawarkan menu baru yang menarik.
Makanan Jari dan Snack Sehat Penambah Nafsu Makan
Camilan sehat dan finger food dapat membantu menambah nafsu makan anak di sela waktu makan. Pilihan yang direkomendasikan meliputi:
Buah potong seperti pisang, apel, atau semangka yang disajikan dalam ukuran jari.
Sayuran yang diolah menjadi camilan, misalnya ubi kukus/goreng atau salad sayur mini.
Cake atau muffin berbahan buah: Buat cake pisang, wortel, atau blueberry rendah gula sebagai camilan manis sehat.
Pizza sehat: Gunakan roti gandum sebagai dasar dan tambahkan topping bergizi seperti potongan buah atau sayur.
Popcorn rendah garam: Popcorn polos atau dibuat dengan sedikit minyak zaitun sebagai pilihan karbohidrat sehat.
Yoghurt rendah gula: Sebagai camilan kaya protein dan kalsium.
Oatmeal sehat: Oat yang disajikan dengan susu rendah lemak atau buah menjadi sumber serat dan energi tahan lama.
Aktivitas Fisik dan Hubungannya dengan Selera Makan Anak
Tidak hanya nutrisi, aktivitas fisik juga penting untuk membangkitkan nafsu makan anak. Olahraga ringan atau bermain aktif (misalnya berlari-larian, bersepeda, atau bermain bola) membantu membakar kalori dan menaikkan metabolisme tubuh anak. Hasilnya, tubuh anak cepat merasa lapar untuk mengganti energi yang terpakai. Kegiatan fisik juga meningkatkan peredaran darah dan hormon yang mengatur lapar/kenyang. Oleh sebab itu, luangkan waktu setiap hari untuk mengajak anak bergerak di luar rumah atau mengikuti kelas olahraga anak agar nafsu makannya meningkat secara alami.
Cara Mengubah Jam Makan Anak yang Kacau
Mengatur ulang pola makan anak yang kacau dimulai dengan jadwal konsisten. Terapkan tiga kali makan utama dan satu hingga dua kali camilan sehat setiap hari. Misalnya, sarapan pukul 07.00, makan siang sekitar pukul 12.00, dan makan malam sekitar pukul 18.00, dengan camilan buah atau yoghurt di antara waktu tersebut. Konsistensi ini membantu tubuh anak mengenali waktu lapar secara teratur. Selain itu, hindari memberi makan malam terlalu dekat waktu tidur – usahakan beri jeda 2–3 jam sebelum anak tidur.
Rekomendasi Suplemen Aman untuk Anak 1–12 Tahun

Jika perlu asupan tambahan, pilihlah suplemen yang aman dan berbahan alami. Bahan seperti madu murni (untuk anak >1 tahun) dan temulawak dikenal aman untuk anak dan berkhasiat meningkatkan nafsu makan. Contohnya, banyak orang tua menggunakan madu herbal dengan ekstrak temulawak atau kunyit untuk anak yang susah makan. Pilih produk yang telah terdaftar di BPOM dan sesuai dosis; misalnya, Grotima Madu Vitamin Anak adalah suplemen berbahan madu dengan ekstrak rempah (temulawak) serta vitamin lengkap untuk anak. Selalu konsultasikan dengan dokter atau apoteker sebelum pemberian suplemen apa pun.
Testimoni Ibu-Ibu tentang Grotima untuk Anak Susah Makan
Banyak ibu-ibu berbagi pengalaman positif setelah memberikan Grotima kepada anak susah makan. Mereka melaporkan anak-anak yang awalnya malas makan menjadi lebih lahap dan bertenaga setelah rutin mengonsumsi Grotima sesuai anjuran. Grotima yang diformulasi sebagai madu vitamin anak membantu meningkatkan selera makan sekaligus mendukung tumbuh kembang optimal. Memperhatikan testimoni-testimoni ini, Grotima dipercaya sebagai suplemen pendukung alami oleh para ibu modern.
BERIKUTNYA :