Cara Mengatasi dan Mencegah Alergi Anak Secara Alami dan Medis

Alergi pada anak dapat memunculkan gejala seperti hidung berair, bersin-bersin, dan ruam kulit. Gejala alergi yang muncul seringkali bersifat ringan namun mengganggu kegiatan si kecil. Untuk mengurangi keluhan alergi secara alami, orang tua perlu memperkuat sistem imun anak melalui nutrisi bergizi, suplemen herbal, dan gaya hidup sehat. Di sisi lain, pendekatan medis seperti obat antihistamin dan imunoterapi juga kadang diperlukan untuk meredakan reaksi alergi yang lebih berat. Artikel ini membahas berbagai cara mengatasi alergi anak, mulai dari metode alami (nutrisi, vitamin, herbal, dan pola hidup) hingga dukungan medis.

Pendekatan Alami: Nutrisi dan Vitamin Penguat Imunitas Anak

Memberikan makanan bergizi adalah langkah utama dalam cara mengatasi alergi anak secara alami. Asupan vitamin dan antioksidan dapat memperkuat kekebalan tubuh, sehingga reaksi terhadap pemicu alergi bisa dikurangi. Misalnya, sayur-sayuran dan buah-buahan kaya vitamin C (seperti jeruk, stroberi, paprika, dan brokoli) mampu meningkatkan produksi sel darah putih sebagai bagian penting sistem imun anak. Konsumsi makanan tinggi vitamin C dan antioksidan juga membantu meredakan radang, sehingga tubuh lebih siap melawan reaksi alergi.

  • Vitamin C & antioksidan: Buah jeruk, stroberi, kiwi, dan sayuran hijau mengandung vitamin C yang meningkatkan imunitas dan meredakan gejala alergi
  • Protein berkualitas: Sumber protein seperti ikan, telur, ayam tanpa lemak, kacang-kacangan, atau daging tanpa lemak penting untuk regenerasi sel imun. Misalnya, ikan gabus mengandung asam amino esensial yang membantu mengatur fungsi sel imun (limfosit T/B, makrofag) dan memperkuat sistem imun bayi.
  • Probiotik: Makanan fermentasi seperti yogurt, kefir, dan tempe mengandung probiotik yang menyehatkan saluran cerna dan efektif sebagai “antihistamin alami” untuk meredakan gejala alergi rhinitis (gatal, pilek, bersin) sekaligus meningkatkan imunitas.
  • Vitamin D dan zinc: Paparan sinar matahari pagi membantu tubuh memproduksi vitamin D yang mendukung sistem kekebalan. Sementara zinc (diperoleh dari daging, ikan, kacang-kacangan) membantu fungsi sel imun. Penting bagi anak untuk memiliki cukup vitamin D, C, omega-3, dan zinc guna mendukung imunitas saat alergi.

Di samping makanan, hidrasi juga krusial. Air putih yang cukup membantu melarutkan zat pemicu alergi dan menjaga mukosa tubuh agar lebih baik melawan iritan.

Pendekatan Alami: Bahan Herbal dan Suplemen Anak

Pendekatan Alami: Bahan Herbal dan Suplemen Anak

Beberapa bahan herbal dan suplemen alami terbukti mendukung daya tahan tubuh anak dan meredakan gejala alergi ringan. Misalnya, madu dikenal memiliki sifat antioksidan, antiradang, dan antialergi yang dapat meringankan peradangan akibat alergi. Memberi madu (setelah anak berusia >1 tahun) dapat membantu mengatasi alergi kulit atau saluran pernapasan. Ekstrak temulawak (Curcuma xanthorrhiza) mengandung kurkumin yang anti-inflamasi, sehingga mampu meredakan reaksi alergi seperti bersin, gatal, dan bengkak. Selain itu, temulawak memperkuat sistem imun anak, membuat tubuhnya lebih tahan terhadap pemicu alergi.

Suplemen berbahan alam lainnya termasuk gamat emas (teripang emas) dan ikan gabus. Gamat emas kaya akan protein dan asam amino (glisin, alanin, arginin) yang berperan penting dalam mengatur sistem imun. Ekstrak teripang diduga mampu meningkatkan kekebalan tubuh melalui kandungan kolagen dan nutriennya. Begitu pula, ikan gabus menyediakan protein berkualitas, vitamin A, serta asam amino yang membantu memperkuat daya tahan tubuh bayi.

Salah satu contoh suplemen yang mengombinasikan bahan-bahan ini adalah Grotima. Grotima merupakan vitamin anak berbahan alami seperti madu, temulawak, gamat emas, dan ikan gabus. Keunggulan kandungannya terletak pada sinergi nutrisi dan herbal yang saling mendukung: madu dan temulawak bersifat antiradang dan antioksidan, gamat menyediakan protein imunostimulan, dan ikan gabus mengandung albumin serta vitamin A untuk meningkatkan imunitas dan kesehatan anak. Kombinasi ini diyakini dapat membantu memperkuat daya tahan anak dan mempercepat pemulihan gejala alergi ringan hingga sedang secara alami.

Gaya Hidup Sehat untuk Mencegah Alergi pada Anak

Gaya hidup aktif dan lingkungan bersih sangat membantu cara mengatasi alergi anak. Olahraga teratur dan bermain di luar tidak hanya menyenangkan tetapi juga meningkatkan kebugaran dan imun. Paparan sinar matahari pagi, misalnya, membantu tubuh memproduksi vitamin D yang penting bagi imunitas. Selain itu, ajarkan anak menerapkan pola hidup bersih seperti mencuci tangan dengan sabun setelah bermain atau sebelum makan. Kegiatan sederhana ini dapat mengurangi paparan debu, kuman, atau bahan alergen lain yang menempel di tangan.

Beberapa kebiasaan sehat yang bisa dibiasakan:

  • Lingkungan bersih: Rutin membersihkan rumah (menyedot debu, mengganti seprai) agar tungau debu dan alergen menumpuk rendah. Hindari asap rokok di dalam rumah karena dapat memperburuk alergi saluran pernapasan.
  • Istirahat cukup: Anak yang cukup tidur lebih mudah pulih dan memiliki imunitas yang baik. Jaga rutinitas tidur yang teratur sesuai usia agar sistem imun anak optimal bekerja.
  • Olahraga dan bermain di luar: Aktivitas fisik mendorong peredaran darah dan pengeluaran keringat, yang membantu membersihkan racun tubuh. Bermain di luar juga merangsang paparan alam, seperti vitamin D dari sinar matahari pagi.
  • Kelola stres: Walau anak belum mengalami stres berat, rasa nyaman (emosional dan fisik) penting untuk kesehatan imun. Kegiatan relaksasi sederhana seperti bermain kreatif, mendengarkan musik, atau berbincang santai membantu mengurangi stres ringan pada anak.

Semua pola hidup ini, bila konsisten, berperan besar dalam mencegah kambuhnya gejala alergi. Ayah dan Bunda perlu menjadi contoh pola hidup sehat agar si kecil tumbuh dengan kebiasaan yang baik.

Pendekatan Medis Pendukung

Selain langkah alami, penanganan medis tetap diperlukan terutama bila gejala alergi serius. Dokter dapat meresepkan antihistamin untuk meredakan gejala alergi seperti gatal, pilek, dan bersin. Antihistamin bekerja cepat menghambat reaksi histamin penyebab gejala alergi. Contoh obat antihistamin yang umum diresepkan adalah cetirizine atau loratadine, sesuai petunjuk medis.

Untuk alergi yang berat atau berulang, imunoterapi alergi (desensitisasi) bisa menjadi pilihan jangka panjang. Imunoterapi adalah prosedur medis yang bertujuan agar tubuh semakin terbiasa dengan alergen penyebab alergi. Prosedur ini dilakukan bertahap, misalnya melalui suntikan alergen (subkutan) atau obat alergi oral (sublingual), di bawah pengawasan dokter spesialis alergi. Hasilnya, setelah 1–2 tahun terapi, gejala alergi anak dapat berkurang secara signifikan. Namun, imunoterapi umumnya disarankan pada anak di atas usia tertentu (biasanya >5 tahun) dan harus sesuai rekomendasi medis.

Kapan Perlu ke Dokter?

Cara Mengatasi dan Mencegah Alergi Anak Secara Alami dan Medis

Jika alergi anak menyebabkan kesulitan bernapas, pembengkakan parah, atau gejala yang tidak kunjung hilang dengan perawatan rumahan, segera periksa ke dokter. Dokter dapat memastikan jenis alergi melalui tes kulit atau tes darah, serta memberikan pengobatan yang tepat. Penanganan dini penting untuk mencegah komplikasi seperti eksim berat atau asma alergi.

Kesimpulan

Alergi anak dapat dikelola dengan kombinasi cara alami dan medis. Secara alami, memperkuat daya tahan tubuh anak melalui nutrisi seimbang (buah, sayur, protein, dan probiotik), serta memanfaatkan suplemen herbal seperti madu, temulawak, gamat emas, dan ikan gabus (misalnya dalam bentuk Grotima), sangat membantu dalam meredakan gejala alergi ringan. Gaya hidup sehat, lingkungan bersih, istirahat cukup, dan aktivitas fisik teratur juga penting untuk mencegah kambuhnya alergi. Sementara itu, obat antihistamin dan imunoterapi berperan sebagai dukungan medis jika gejala alergi berat. Dengan pendekatan terpadu ini, orang tua dapat lebih mudah mengatasi alergi anak sekaligus menjaga kesehatan jangka panjang si kecil

berikutnya :Penyebab Alergi pada Anak yang Sering Diabaikan & Solusi Alaminya

Gejala Alergi pada Anak: Panduan Lengkap untuk Orang Tua

Alergi pada anak adalah reaksi berlebihan sistem kekebalan tubuh terhadap zat pemicu yang sebenarnya tidak berbahaya, seperti serbuk sari, debu, atau makanan tertentu.

Gejala alergi pada anak bisa muncul dari yang ringan, misalnya gatal, ruam, dan pilek, hingga yang berat seperti sesak napas dan syok anafilaksis. Penting bagi orang tua mengenali gejala ini sejak dini agar penanganan bisa dilakukan cepat dan tepat.

Apa itu Alergi pada Anak?

gambar anak mengalami alergi

 

Alergi merupakan reaksi tubuh terhadap alergen (zat pemicu) yang dianggap berbahaya oleh sistem kekebalan anak. Zat pemicu umum meliputi debu, tungau, serbuk sari, bulu hewan, jamur, serta beberapa jenis makanan (susu, telur, kacang, ikan) dapat memicu reaksi ini. Ketika terpapar alergen, tubuh anak melepaskan histamin yang menyebabkan munculnya gejala alergi.

Gejala alergi pada anak bisa muncul pada berbagai sistem tubuh. Ruam dan rasa gatal di kulit, batuk dan pilek pada saluran pernapasan, hingga mual atau muntah ringan pada saluran cerna adalah beberapa contohnya. Alergi cukup umum terjadi pada anak, terutama jika ada riwayat alergi dalam keluarga. Mengenali tanda alergi sejak dini membantu orang tua mencegah gejala parah dan komplikasi lebih lanjut.

Gejala Alergi Ringan pada Anak

Gejala alergi ringan pada anak biasanya mudah dikenali. Tanda-tandanya tidak berbahaya jika segera ditangani. Beberapa contohnya meliputi gatal-gatal dan ruam pada kulit, bersin atau pilek, hingga batuk ringan.

Gatal dan Ruam Kulit

Kulit kemerahan (ruam) dan rasa gatal sering menjadi tanda awal alergi pada anak. Ruam atau bercak merah ini dapat muncul tiba-tiba setelah anak terkena pemicu alergi, misalnya kontak dengan sabun tertentu atau bulu hewan. Anak biasanya menggaruk bagian yang gatal. Jika gatal dan ruam berlangsung lama atau meluas, sebaiknya orang tua berkonsultasi ke dokter untuk penanganan yang tepat.

Bersin dan Pilek

Bersin-bersin, hidung meler, dan mata berair sering muncul pada alergi saluran pernapasan anak. Kondisi ini menyerupai flu biasa tetapi biasanya tanpa demam, yang mengindikasikan adanya reaksi alergi (seperti alergi debu atau serbuk sari). Meski tergolong ringan, gejala ini bisa membuat anak tidak nyaman. Penting mengenali pemicunya agar anak cepat pulih.

Batuk Ringan

Beberapa anak juga bisa mengalami batuk ringan saat terkena alergen. Batuk ini biasanya kering dan tidak disertai dahak, sebagai respons iritasi pada saluran napas. Keadaan ini sering terjadi pada alergi debu atau tungau kasur. Meskipun tidak berbahaya, batuk yang berkepanjangan dapat mengganggu tidur dan kenyamanan anak. Menjaga kebersihan udara dalam rumah dan menggunakan pelembap udara dapat membantu meredakan batuk akibat alergi.

Gejala Alergi Berat pada Anak

Gejala alergi berat dapat berbahaya dan memerlukan penanganan segera. Jika alergi tidak tertangani, anak bisa mengalami reaksi serius pada sistem pernapasan atau organ tubuh lainnya. Berikut beberapa gejala berat yang harus diwaspadai:

Sesak Napas

Anak yang kesulitan bernapas atau mengeluarkan suara mengi mungkin mengalami alergi berat. Gejala ini dapat terjadi jika alergen mengiritasi saluran napas atau memicu asma. Jika napas anak terdengar berat dan cepat, atau ada tanda dada tertarik, segera cari bantuan medis. Penanganan cepat diperlukan agar anak tidak kekurangan oksigen.

Pembengkakan

Pembengkakan (angioedema) di wajah, bibir, atau tenggorokan menunjukkan alergi berat. Misalnya, setelah makan kacang atau disengat serangga, bagian-bagian tersebut bisa membengkak tajam. Kondisi ini dapat mengganggu saluran napas. Segera bawa anak ke dokter jika pembengkakan terjadi agar bisa ditangani dengan tepat.

Syok Anafilaksis

Anafilaksis adalah reaksi alergi parah yang cepat terjadi. Selain sesak napas dan pembengkakan, anak bisa kehilangan kesadaran, muntah, atau mengalami diare hebat. Tekanan darah turun drastis hingga menimbulkan syok. Kondisi ini darurat medis; segera hubungi layanan gawat darurat (112/119) jika dicurigai anak mengalami anafilaksis.

Pentingnya Mengenali Gejala Sejak Dini

konsultasi dengan profesional

Mengenali gejala alergi sejak awal sangat penting untuk penanganan cepat. Dengan deteksi dini, orang tua bisa segera menghindari pemicu alergi dan memberikan pengobatan sederhana (seperti obat antihistamin) sebelum kondisi memburuk. Hal ini membantu mencegah komplikasi lebih lanjut, misalnya infeksi kulit akibat garukan atau gangguan tidur karena batuk. Penanganan segera membuat anak lebih nyaman dan aman.

Tips Penanganan dan Pencegahan Alergi pada Anak

Untuk mencegah atau mengurangi gejala alergi, lakukan langkah berikut:

  • Identifikasi Alergen: Cari tahu pemicu alergi (debu, tungau, makanan, bulu hewan) dan batasi paparan anak terhadap alergen tersebut.
  • Kebersihan Lingkungan: Jaga rumah tetap bersih, rutin mencuci sprei dan selimut, serta hindari rokok dalam rumah.
  • Nutrisi Seimbang: Berikan makanan bergizi dan cukup cairan untuk mendukung sistem kekebalan tubuh anak.
  • Konsultasi Medis: Jika gejala alergi berulang, segera berkonsultasi dengan dokter atau ahli alergi untuk pemeriksaan lanjutan.

Grotima: Vitamin Anak Berbahan Alami untuk Daya Tahan Tubuh

madu grotima

Grotima adalah suplemen vitamin anak berbahan alami yang menggabungkan keunggulan empat ekstrak tradisional. Produk ini mengandung madu murni, ekstrak temulawak, teripang emas (gamat), dan albumin ikan gabus. Kombinasi unik bahan-bahan alami ini membantu meningkatkan daya tahan tubuh anak dan mendukung pemulihan dari gejala alergi ringan.

  • Madu Murni: Madu kaya antioksidan dan memiliki sifat antimikroba serta antiperadangan. Madu murni dalam Grotima membantu meredakan gejala alergi ringan seperti batuk atau radang ringan, serta menambah energi anak.
  • Temulawak: Ekstrak temulawak mengandung kurkuminoid dan xanthorrhizol yang bersifat antioksidan dan antiperadangan. Kandungan ini mendukung fungsi sel darah putih dan produksi antibodi, sehingga meningkatkan kekebalan tubuh anak.
  • Gamat Emas (Teripang Emas): Gamat mengandung protein dan asam amino penting yang tinggi. Nutrisi dari gamat emas dapat mempercepat regenerasi sel dan membantu penyembuhan luka (termasuk kulit), sehingga memperkuat sistem kekebalan tubuh anak.
  • Ikan Gabus: Ikan gabus kaya akan albumin, yaitu protein pembentuk jaringan tubuh. Albumin dalam ikan gabus membantu mempercepat penyembuhan sel dan jaringan tubuh, serta menyediakan energi yang dibutuhkan anak saat pemulihan.

Dengan rutin mengonsumsi Grotima sesuai dosis, anak mendapatkan dukungan nutrisi alami yang menyeluruh. Daya tahan tubuh yang kuat membuat gejala alergi ringan seperti gatal atau pilek dapat diatasi lebih cepat, sehingga anak lebih cepat pulih dan kembali beraktivitas normal.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, gejala alergi pada anak perlu diwaspadai sejak dini oleh orang tua. Mulai dari gatal-gatal dan ruam ringan hingga bersin atau pilek berkepanjangan, semua tanda harus diperhatikan agar tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. Jika gejala berat seperti sesak napas atau pembengkakan muncul, segera bawa anak ke fasilitas medis.

Selain itu, menjaga daya tahan tubuh anak dengan nutrisi baik dan suplemen alami (misalnya Grotima) dapat membantu mengurangi keparahan gejala alergi. Langkah preventif dan edukasi keluarga terkait alergi akan melindungi anak dari risiko komplikasi yang berbahaya.

berikutnya : Penyebab Alergi pada Anak yang Sering Diabaikan & Solusi Alaminya

Penyebab Alergi pada Anak yang Sering Diabaikan & Solusi Alaminya

Alergi pada anak merupakan masalah kesehatan yang makin umum terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Riset menunjukkan bahwa sekitar 30–40% populasi dunia menderita alergi, dengan sebagian besar kasus ditemukan pada anak-anak. Keadaan ini berkembang karena sistem kekebalan tubuh anak bereaksi berlebihan terhadap zat-zat yang sebenarnya tidak berbahaya. Sayangnya, banyak penyebab alergi pada anak sering kali tidak disadari orang tua, sehingga alergi mudah berulang jika pemicunya tidak dihindari. Agar orang tua lebih waspada, berikut dibahas faktor pemicu alergi yang sering terlewatkan dan bagaimana mengatasinya.

Faktor Pemicu Alergi pada Anak yang Sering Diabaikan

Makanan Tertentu

Beberapa jenis makanan sering menjadi pemicu alergi pada anak, seperti susu sapi, kacang tanah, jenis seafood (ikan dan kerang), telur, dan gandum. Reaksi alergi makanan pada anak dapat bervariasi, mulai dari gejala ringan seperti ruam gatal hingga reaksi berat seperti anafilaksis. Oleh karena itu, orang tua disarankan memperkenalkan makanan baru satu per satu dan memantau setiap gejala yang muncul. Jika anak menunjukkan tanda alergi setelah mengonsumsi suatu makanan, sebaiknya hentikan pemberian makanan tersebut dan konsultasikan ke dokter anak.

Debu Rumah dan Lingkungan

Partikel di udara dan lingkungan rumah sering menjadi alergen tersembunyi. Debu rumah yang mengandung tungau, jamur, serbuk sari, bahkan bulu hewan peliharaan dapat memicu reaksi alergi pada anak. Gejala yang timbul biasanya berupa bersin, hidung tersumbat atau berair, dan mata merah berair. Kebersihan rumah yang kurang terjaga memungkinkan debu dan tungau menumpuk, sehingga risiko anak mengalami alergi meningkat. Rutin membersihkan permukaan meja, ganti seprai, dan kurangi karpet/permukaan berdebu dapat mengurangi pemicu ini.

Bahan Kimia dan Iritan

Bahan kimia di sekitar anak sering terlupakan sebagai penyebab alergi. Produk rumah tangga seperti deterjen, sabun wangi, pembersih lantai, bahkan cat tembok mengandung zat yang bisa menyebabkan reaksi kulit gatal atau iritasi pada anak. Misalnya, paparan deterjen atau parfum kamar tidur bisa memicu ruam dan gatal-gatal pada anak yang sensitif. Pilihlah produk pembersih yang lembut (bebas pewangi keras) dan gunakan sabun bayi hipoalergenik untuk meminimalkan risiko alergi.

Faktor Keturunan dan Imunitas Anak

 

Faktor genetik sangat berperan dalam alergi anak. Jika satu atau kedua orang tua memiliki riwayat alergi atau penyakit atopik, kemungkinan anak mengalami alergi juga lebih tinggi. Statistik menunjukkan, bila kedua orang tua alergi, risiko anak sampai 60–80%. Selain itu, sistem kekebalan anak masih dalam tahap perkembangan. Kulit bayi baru lahir misalnya, 30% lebih tipis dari kulit orang dewasa dan lebih rentan iritasi. Ketidakmatangan ini membuat anak lebih mudah bereaksi terhadap alergen seperti debu, serbuk sari, atau protein tertentu dalam makanan. Dengan mengetahui riwayat keluarga dan kondisi imunitas anak, orang tua dapat lebih waspada mengenali pemicu alergi sejak dini.

Cara Pencegahan Alergi pada Anak

Anak dan Ibu Cuci Tangan

 

Untuk mencegah alergi, orang tua dapat melakukan beberapa langkah sederhana, di antaranya:

  • Kenali dan Hindari Alergen: Perhatikan pemicu yang membuat anak alergi, seperti makanan tertentu atau debu. Jika anak alergi susu sapi, misalnya, konsultasikan pada dokter dan ganti dengan susu formula soya atau kedelai yang difortifikasi nutrisi. Hindari pula makanan atau bahan lain yang menimbulkan reaksi alergi.
  • Jaga Kebersihan Rumah: Bersihkan perabotan rumah secara rutin agar debu dan tungau tidak menumpuk. Vakum karpet, bersihkan mainan anak, dan cucilah sprei setiap minggu.
  • Kontrol Polusi Udara: Gunakan pendingin udara atau dehumidifier di kamar anak untuk mengurangi debu dan jamur. Menutup jendela saat banyak debu juga dapat membantu mencegah alergen dari luar masuk.
  • Pilih Produk Ramah Anak: Gunakan deterjen dan sabun lembut (bebas pewangi keras) untuk pakaian dan perlengkapan anak. Hindari pemakaian produk yang mengandung bahan kimia keras, seperti pewarna atau pengharum sintetis pada pakaian, makanan, dan mainan anak.
  • Nutrisi dan Imunisasi Anak: Berikan anak nutrisi seimbang — banyak buah, sayur, dan sumber protein — untuk memperkuat daya tahan tubuh. Suplemen vitamin anak berbahan alami juga dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh si Kecil.
  • Hindari Asap Rokok dan Lingkungan Berisiko: Paparan asap rokok atau polusi lingkungan bisa memperburuk alergi pernapasan anak. Pastikan ruangan bebas asap dan berikan waktu bermain di tempat terbuka yang bersih.

Dengan langkah pencegahan tersebut, risiko kambuhnya alergi dapat berkurang. Namun, jika anak masih mengalami gejala alergi ringan, dukungan nutrisi dan suplemen alami bisa membantu pemulihan.

Grotima: Suplemen Alami untuk Daya Tahan Tubuh Anak

Suplemen vitamin anak berbahan alami dapat membantu menguatkan imun dan proses pemulihan alergi ringan. Grotima adalah salah satu produk vitamin anak yang diformulasikan dengan bahan-bahan tradisional berkualitas. Grotima mengombinasikan empat bahan utama — madu, temulawak, gamat emas, dan ekstrak ikan gabus — yang masing-masing memiliki khasiat khusus bagi kesehatan anak. Kandungan alami dalam Grotima dirancang untuk mendukung sistem kekebalan dan membantu tubuh anak pulih dari reaksi alergi ringan.

Madu dalam Grotima

Madu murni merupakan sumber antioksidan alami dan mengandung senyawa antiradang serta antibakteri. Zat antioksidan pada madu membantu menangkal radikal bebas penyebab penyakit, sementara sifat antiradangnya meredakan peradangan di saluran pernapasan. Dalam Grotima, madu membantu memperkuat daya tahan tubuh anak sehingga sistem imun lebih optimal melawan gejala alergi seperti batuk atau hidung tersumbat.

Temulawak untuk Imun Anak

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) kaya akan kurkumin, zat berwarna kuning yang bersifat antiinflamasi dan antioksidan Kurkumin temulawak dapat membantu meredakan radang pada tubuh anak dan mendukung fungsi hati yang sehat. Sebagai bagian dari Grotima, temulawak meningkatkan mekanisme tubuh dalam menekan reaksi alergi ringan, serta memperkuat daya tahan anak terhadap infeksi dan iritasi.

Gamat Emas sebagai Pendukung Penyembuhan

Gamat emas (teripang emas) mengandung kolagen, protein, dan asam amino essensial yang membantu perbaikan jaringan tubuh. Ekstrak gamat juga mengandung senyawa antimikroba dan antiinflamasi alamiMasyarakat percaya bahwa gamat emas dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan mempercepat penyembuhan luka. Dalam Grotima, kandungan gamat mendukung regenerasi sel kulit anak yang teriritasi alergi, sehingga membantu proses pemulihan kondisi kulit dan tubuh anak.

Ikan Gabus dan Albuminnya

Ikan gabus (Channa striata) dikenal memiliki kandungan albumin tinggi, yaitu protein penting untuk perbaikan dan pertumbuhan sel tubuh. Albumin ini mempercepat proses penyembuhan luka dan pemulihan jaringan setelah cedera ringan. Dengan kandungan ekstrak ikan gabus, Grotima turut menyuplai albumin alami yang membantu tubuh anak pulih lebih cepat dari iritasi atau luka kecil akibat alergi

Secara keseluruhan, kombinasi madu, temulawak, gamat emas, dan ikan gabus dalam Grotima menghasilkan efek sinergis yang menjaga kesehatan anak. Keempat bahan alami ini membantu memperkuat sistem imun dan mendukung proses pemulihan tubuh setelah alergi ringan, tanpa efek samping kimiawi. Sebagai vitamin anak dengan bahan alami, Grotima dapat menjadi solusi tambahan bagi keluarga milenial untuk mencegah alergi dan menjaga kesehatan Si Kecil secara alami.

Kesimpulan: Mengetahui penyebab alergi pada anak dan melakukan pencegahan sedini mungkin sangat penting agar anak dapat tumbuh sehat tanpa terganggu alergi. Orang tua harus mengenali pemicu-pemicu terselubung seperti makanan, debu, bahan kimia, dan faktor genetik. Selain menjaga kebersihan dan pola makan anak, pilihan suplemen alami seperti Grotima dapat membantu memperkuat daya tahan tubuh anak terhadap alergen. Dengan pencegahan yang tepat dan dukungan nutrisi alami, anak ibu dapat terhindar dari alergi yang berulang dan tumbuh dengan optimal.

Dukung tumbuh kembang dan daya tahan tubuh anak Anda dengan Grotima – suplemen alami yang diformulasikan khusus dari madu murni, temulawak, ekstrak teripang, dan ikan gabus. Grotima membantu mengatasi alergi dengan pendekatan yang lembut dan alami.
Saatnya berikan yang terbaik untuk si kecil.
Klik di sini untuk pembelian: Beli Grotima klik disini 

Tips Memilih Vitamin Daya Tahan Tubuh Anak di Era Pandemi Covid-19

Adalah sebuah keniscayaan di era pandemi sekarang untuk meningkatkan daya tahan tubuh, tidak hanya untuk orang dewasa, tapi juga untuk anak-anak. Karena itu kebutuhan akan multivitamin dan suplemen juga diperlukan. Namun bukan berarti suplemen ini menjadi faktor penentu, yang lebih menentukan adalah pola hidup sehat seperti pola makan dan ragam makanan yang dimakan anak. Ini akan meningkatkan daya tahan tubuh anak.

vitamin daya tahan tubuh anak

Untuk memilih vitamin daya tahan tubuh anak, perlu memperhatikan beberapa prinsip berikut :

  • Anak memerlukan suplemen bila asupan gizinya ada yang tidak tercukupi. Contoh, anak yang kekurangan vitamin A, biasanya akan sering sakit-sakitan karena tubuhnya mudah terinfeksi. Ini terkait dengan salah satu fungsi vitamin A yang dapat meningkatkan imunitas atau kekebalan tubuh.
  • Jangan asal pilih vitamin atau suplemen. Sebaiknya berkonsultasi dulu ke dokter untuk memastikan kondisi anak. Dengan begitu dokter dapat merekomendasikan vitamin yang tepat.
  • Pilihlah suplemen yang khusus diformulasikan untuk anak dan mudah dikonsumsi, bukan suplemen untuk orang dewasa.
  • Pastikan suplemen yang dikonsumsi aman dan jika anak mengidap penyakit tertentu tidak malah memperparah kondisinya. Pastikan pula tidak muncul kontraindikasi antara suplemen dengan obat untuk penyakitnya.
  • Pertimbangkan secara cermat kandungan zat gizi dalam suplemen makanan. Ada beberapa jenis vitamin yang terkandung di dalamnya.
  • Cermati aturan pemakaiannya agar efektif, perhatikan tanggal kadaluarsa pemakaian (expired), registrasi Depkes serta lebih bagus lagi tidak mengandung bahan pengawet atau bahan kimia obat.

Itulah beberapa tips yang perlu diperhatikan dalam memilih vitamin penambah daya tahan tubuh anak.

Untuk menghindari kontak langsung dan meminimalisir resiko bertemu dengan banyak orang, maka pembelian secara online menjadi pilhan yang bisa dipakai. Pastikan memilih toko atau marketplace yang sudah dipercaya dan memiliki reputasi baik. Perhitungkan juga waktu pengiriman dan ekspedisi pengiriman yang dipakai.

bentengi tubuh dengan vitamin

Di era pandemi corona / covid-19 ini juga perlu menjadi perhatian bagi orang tua memberikan pengertian kepada anak tentang bahaya virus ini. Hal-hal apa saja yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan. Termasuk mengedukasi anak akan protol kesehatan. Perhatikan juga kondisi psikis anak, karena ini akan mempengaruhi kondisi kesehatannya juga.

5 Sumber Kalsium yang Bagus untuk Anak

Kalsium merupakan vitamin yang setiap individu butuhkan, bahkan mulai dari bayi dalam kandungan ibu sudah memberi bayinya susu yang mengandung kaya gizi dan pastinya tinggi kalsium. Ketika bayi dilahirkan pun sudah membutuhkan kalsium dari ASI. Hal ini membuktikan bahwa manusia tak bisa lepas dari yang namanya kalsium.

Namun, kalsium yang seperti apa yang baik bagi anak Anda? Dengan meningkatnya kebutuhan akan kalsium, maka kalsium pun di jual dimana-mana baik dari produk susu, biskuit, sereal, dan masih banyak lainnya. Nah, apakah ibu yakin semua kalsium yang ada di pasaran merupakan kalsium yang bagus untuk anak?

Daftar Kalsium yang Bagus untuk Anak

Berikut merupakan makanan atau minuman yang mengandung kalsium bagus yang bunda bisa masukan dalam pilihan menu anak anda :

1. Susu UHT
Anda bisa kenalkan sejak dini susu UHT kepada anak Anda. Susu UHT merupakan susu segar atau Ultra High Temperature yang murni dari susu sapi asli dalam kemasan. Susu ini merupakan susu yang setelah diperah dari sapi lalu dipanaskan dalam suhu 140 derajat celcius, dengan tujuan ketika dikemas segala nutrisi yang terkandung tidak rusak.

2. Ikan sarden
Tak hanya kaya akan omega 3 yang baik bagi kecerdesaan anak, namun juga kaya akan mineral dan vitamin. Dalam kemasan satu kaleng saja sarden sudah mengandung 350 mg kalsium yang baik bagi tumbuh kembang anak.
Nah, dengan begitu banyak sekali manfaat yang akan diterima tubuh anak Anda bila mengkonsumsi sarden. Di antaraya mencegah penyakit jantung, memberi kepadatan pada tulang dan gigi yang mana sekaligus dapat mencegah osteoporis, selain itu sarden juga dapat menjaga berat badan anak Anda tetap ideal.

3. Kacang kedelai
Kacang kedelai dikenal kayak akan nutrisi yang sangat baik bagi tubuh terutama bagus bagi anak yang masih dalam masa pertumbuhan. Tak hanya kaya akan vitamin, fosfor, magnesium, kacang kedelai juga diperkaya kalsium dengan kandungan sekitar 277 mg.
Manfaat yang bisa didapat banyak sekali di antaranya meningkatkan kesehatan tulang dengan kandungan gizi yang tinggi. Kacang ini mampu meningkatkan osteotropika yang mampu mempercepat pertumbuhan tulang baru dan memperbaiki tulang yang rusak.
Selain itu juga dapat meningkatkan metabolisme tubuh dengan kandungan proteinnya yang tinggi yang dapat membentuk sel baru bila ada sel yang rusak dalam tubuh anak Anda.

4. Buah jeruk
Selain kaya akan vitamin C buah jeruk juga kaya akan kalsium yang dikandungnya. Kalsium inilah yang nantinya akan memperkuat tulang anak. Ditambah lagi peran kolagen yang cukup dalam buah jeruk dapat membantu memperkuat tulang anak Anda. Jadi, tidak hanya kalsium yang berperan memperkuat tulang anak, vitamin C pun juga memiliki peran penting dalam tumbuh kembang si kecil.
Sayangnya terkadang anak-anak tidak suka makan buah. Jadi bunda bisa mengkreasikannya mungkin dengan membuatkan jus buah, atau mengupas satu persatu buah jeruk lalu membentuknya seperti muka, atau boneka. Dengan begitu asupan kalsium dan vitamin C yang tinggi dalam buah jeruk bisa dikonsumsi secara alami anak tanpa harus menggunakan obat atau suplemen.

5. Brokoli
Sayuran yang satu ini juga menjadi salah satu makanan yang sering dijauhi anak-anak. Padahal sayuran yang satu ini sangat kaya akan gizi yang dibutuhkan anak, terutama dalam masa pertumbuhan.
Brokoli mengandung banyak vitamin salah satunya vitamin K dan juga Kalsium yang tinggi. Peran vitamin K sendiri berfungsi memberi kepadatan tulang,dan memperkuat tulang.
Ditambah lagi vitamin K dapat membantu pengoptimalan penyerapan kalsium dalam tubuh. Yang mana kalsium berperan sangat penting dalam pertumbuhan tulang hingga pencegahan osteoporosis. Jadi bisa dipastikan bunda, bahwa brokoli memiliki kalsium yang bagus untuk anak.