fbpx
Waspada Demam Berdarah pada Anak dengan Mengenali Gejala dan Ciri nya

Waspada Demam Berdarah pada Anak dengan Mengenali Gejala dan Ciri nya

Memasuki musim pancaroba maka sering kita dengar kejadian demam berdarah (DBD). Demam berdarah adalah salah satu jenis penyakit yang berbahaya, karena jika tidak segera ditangani akan berdampak kematian.

Anak-anak sangat rentan terkena demam berdarah ini, karena itu ada baiknya sebagai orang tua kita mesti mengenali gejala dari demam berdarah ini. Simak penjelasan berikut ini :

  1. Gejala umum demam berdarah yang bisa langsung terdeksi adalah terjadinya demam yang muncul mendadak dengan disertai sakit kepala, nyeri pada bagian belakang bola mata dan mual.
  2. Terjadi pendarahan pada gusi atau mimisan disertai juga adanya rona kemerahan pada permukaan tubuh.
  3. Gejala yang sering muncul juga adalah demam yang disertai kejang. Demam dengan suhu tinggi biasanya juga diikuti kejang pada anak. Kita hal ini terjadi sebaiknya langsung dilakukan pengecekan trombosit.
  4. Adapun gejala lain yang perlu menjadi perhatian adalah diare. Keluhan diare yang disertai dengan panas tinggi wajib diwasapadai sebagai gejala demam berdarah. Segera lakukan pengecekan trombosit. Ketika diare menyerang wajib berikan asupan cairan yang terus menerus jangan sampai anak dehidrasi.
  5. Pada kasus tertentu yang lebih berat, anak mengalami sakit perut. Keluhan sakit perut biasanya cepat sembuh, namun setelah sembuh 1-2 hari kemudian anak akan mengalami keluhan sakit perut kembali dan cenderung lebih berat.

Demikian hal-hal yang perlu diwaspadai orang tua, agar segera merespon jika gejala-gejala di atas terjadi maka segera bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan tindakan medis yang tepat.

Selain mengantisipasi hal di atas, tentu ada baiknya kita mencegah datang dan berkembangnya jentik nyamuk Aedes Aegypti sebagai biang keladi penyebaran DBD ini. Ada beberapa upaya yang perlu dilakukan untuk pencegahan demam berdarah ini.

  1. Lakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan cara menguras dan menutup rapat penampungan air.
  2. Barang bekas yang sudah tidak terpakai yang merupakan potensi menjadi sarang nyamuk ades aegypti dapat dikubur atau di daur ulang.
  3. Lakukan penaburan bubuk Larvasida pada tempat-tempat penampungan air yang sekiranya sudah untuk dibersihkan atau tidak mungkin untuk dibuang.
  4. Jika perlu gunakan obat nyamuk atau kelambu saat tidur, terutama di pagi hari.
  5. Jika terdapat kolam ikan, baiknya juga pelihara ikan yang juga bisa memangsa jentik nyamuk.
  6. Tidak ada salahnya juga lakukan penanaman tanaman pengusir nyamuk seperti lavender.
  7. Pakaian yang tergantung sebaiknya sering diturunkan atau lebih baik dilipat dan dimasukkan ke dalam lemari pakaian.
  8. Terakhir, usahakan agar cara matahari cukup masuk ke dalam rumah serta aliran atau ventilasi udara di atur agar suasana dalam rumah tidak lembab.

Kita tentu tidak ingin anggota keluarga menjadi korban dari penyakit demam berdarah ini, waspada akan gejala dan lakukan tindakan pencegahan adalah wujud nyata kita sayang dan peduli pada diri dan keluarga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *