Meningkatkan Nafsu Makan Anak Secara Alami dan Aman

Meningkatkan Nafsu Makan Anak Secara Alami dan Aman

Meningkatkan nafsu makan anak merupakan tantangan bagi banyak orang tua. Anak yang makan dengan baik tumbuh lebih sehat. Artikel ini membantu orang tua menemukan cara alami dan aman membuat anak lahap makan. Suplemen herbal seperti Grotima juga bisa menjadi pilihan pendukung. Dengan pola asuh bijak dan makanan bergizi, orang tua dapat meningkatkan nafsu makan anak tanpa paksaan.

Tips Alami Agar Anak Lahap Makan Tanpa Paksaan

Beberapa tips alami yang membantu anak lahap makan antara lain:

Tips Alami Agar Anak Lahap Makan Tanpa Paksaan

  • Ciptakan suasana makan menyenangkan: makan bersama keluarga tanpa TV atau gadget.

  • Libatkan anak memilih menu: biarkan anak memilih atau ikut menyiapkan makanan.

  • Porsi kecil dan variasi: sajikan porsi kecil dulu dan berikan variasi agar anak tidak cepat bosan.

  • Beri pujian dan contoh: pujilah anak saat makan dan tunjukkan orang tua juga makan dengan bersemangat.

Dengan suasana yang positif dan dukungan orang tua, anak merasa nyaman dan selera makannya meningkat.

Makanan Penambah Nafsu Makan yang Aman untuk Anak

Memilih makanan bergizi dan lezat dapat merangsang selera makan anak. Contoh makanan penambah nafsu makan yang aman:

  • Telur dan Daging Tanpa Lemak: sumber protein tinggi untuk energi.

  • Susu dan Yogurt: kalsium dan protein, mudah dikonsumsi anak.

  • Serealia dan Umbi: gandum, kentang, atau ubi jalar sebagai sumber karbohidrat sehat.

  • Kacang-kacangan dan Alpukat: lemak sehat, vitamin, dan mineral penting.

Mengombinasikan makanan di atas setiap hari akan memenuhi kebutuhan gizi seimbang dan membantu meningkatkan nafsu makan anak secara alami.

Buah dan Sayur yang Cocok untuk Anak Susah Makan

Buah dan sayur penting untuk nutrisi, meski anak terkadang sulit menyukainya. Pilihan yang disukai anak-anak antara lain:

  • Buah Berpemanis Alami: pisang, mangga, atau pepaya dihaluskan atau dipotong menarik.

  • Sayuran Berwarna Cerah: wortel, tomat, atau labu kuning dijadikan sup krim atau puree lembut.

  • Sayuran Hijau: bayam atau brokoli dicampur ke dalam omelet, pancake, atau jus buah.

Dengan penyajian kreatif dan konsisten, buah serta sayur bisa menjadi bagian menarik dari menu anak dan membantu memenuhi kebutuhan vitaminnya.

Herbal Tradisional untuk Menambah Selera Makan Anak

Beberapa herbal tradisional dapat menambah selera makan:

  • Temulawak: melancarkan pencernaan dan merangsang nafsu makan.

  • Jahe dan Kencur: menghangatkan tubuh dan meningkatkan selera makan.

  • Jeruk Nipis + Gula Aren: minuman segar kaya vitamin C yang menggugah nafsu makan.

Ramuan sederhana dari bahan alami relatif aman untuk anak jika takaran tepat. Cobalah teh temulawak dicampur madu atau air hangat dengan jeruk nipis.

Grotima: Suplemen Herbal Penambah Nafsu Makan Anak

Grotima: Suplemen Herbal Penambah Nafsu Makan Anak

Grotima adalah suplemen herbal anak yang mengandung bahan alami terpilih:

  • Madu Asli: rasa manis alami dan sumber energi cepat.

  • Temulawak: memperlancar pencernaan dan meningkatkan nafsu makan.

  • Gamat Emas: sumber protein dan kolagen untuk tumbuh kembang.

  • Ekstrak Ikan Gabus: albumin tinggi, memperkuat daya tahan anak.

Grotima berbentuk sirup praktis dikonsumsi sesuai takaran. Diformulasi khusus untuk anak, suplemen ini aman bila diberikan sesuai anjuran dan membantu menstimulasi selera makan anak.

Rekomendasi Menu Sehari-Hari untuk Anak yang Susah Makan

Menu harian seimbang mendorong nafsu makan anak. Contoh rekomendasi:

  • Sarapan: bubur oatmeal dengan pisang dan telur rebus.

  • Camilan Pagi: smoothie buah (mangga atau stroberi) dengan yoghurt.

  • Makan Siang: nasi merah, ayam bumbu kuning, dan sayur kukus (wortel & brokoli).

  • Camilan Sore: pisang kukus atau puding buah rendah gula.

  • Makan Malam: bubur ayam kampung dengan sayuran cincang.

Menu ini memastikan anak mendapatkan karbohidrat, protein, sayur, dan buah setiap hari. Nutrisi lengkap dan pola makan teratur membuat anak mudah lapar saat waktu makan.

Peran Madu dan Temulawak dalam Meningkatkan Nafsu Makan

Madu dan temulawak sering digunakan bersama karena manfaatnya:

  • Madu: mengandung glukosa alami yang memberikan energi instan dan rasa manis yang disukai anak.

  • Temulawak: mengandung kurkuminoid yang melancarkan pencernaan dan merangsang nafsu makan.

Perpaduan madu dan temulawak sering dibuat jamu hangat. Rasanya manis dan hangat membuat anak nyaman, serta mendongkrak selera makannya secara bertahap.

Ramuan Alami Penambah Selera Makan Anak di Rumah

Ramuan sederhana dari bahan rumah tangga juga efektif:

  • Air Kelapa Muda + Madu + Jeruk Nipis: segar, kaya elektrolit dan vitamin C.

  • Teh Jahe Hangat + Madu: menghangatkan tubuh dan merangsang pencernaan.

  • Kunyit Asam: rebusan kunyit dengan jeruk nipis dan gula aren.

  • Jus Buah & Sayur: campuran apel, wortel, bit, ditambah madu sebagai pemanis alami.

Beri ramuan ini secara rutin dalam takaran aman. Minuman herbal yang enak akan membuat anak lebih bersemangat untuk makan.

Cara Memberikan Suplemen Herbal agar Anak Mau Minum

Agar anak mau meminum suplemen seperti Grotima, terapkan cara berikut:

  1. Jadwalkan waktu rutin: misalnya setelah sarapan. Konsistensi membiasakan anak.

  2. Campurkan ke makanan/minuman favorit: yoghurt, jus buah, atau susu hangat.

  3. Sajikan dengan alat lucu: gunakan sendok atau gelas berdesain menarik.

  4. Berikan contoh dan pujian: minumlah bersama anak dan beri pujian sederhana setelahnya.

  5. Mulai dengan dosis kecil: kemudian tingkatkan sesuai anjuran.

Grotima memiliki rasa manis alami dari madu, sehingga umumnya disukai anak dan memudahkan pemberian suplemen.

Kombinasi Pola Asuh dan Nutrisi untuk Nafsu Makan Anak

Meningkatkan nafsu makan anak membutuhkan pendekatan holistik:

  • Waktu Makan Teratur: tubuh anak terbiasa lapar saat jadwal sama setiap hari.

  • Makan Bersama Keluarga: suasana hangat dan kebersamaan mendorong anak mencoba makanan baru.

  • Perhatikan Emosi Anak: anak yang cukup istirahat dan tidak stres lebih berselera makan.

  • Nutrisi Seimbang: menu lengkap dengan karbohidrat, protein, sayur, dan buah.

  • Penyajian Kreatif: tata makanan semenarik mungkin, misal nasi berbentuk karakter.

Kombinasi pola asuh ini dan dukungan suplemen Grotima diharapkan dapat meningkatkan nafsu makan anak secara optimal. Dengan gizi terpenuhi dan suasana makan yang baik, anak tumbuh kembang optimal dan lebih semangat makan setiap hari.

Berikutnya : Kenapa Anak Tiba-Tiba Susah Makan? Ini Penyebab Umumnya

Kenapa Anak Tiba-Tiba Susah Makan? Ini Penyebab Umumnya

Kenapa Anak Tiba-Tiba Susah Makan? Ini Penyebab Umumnya
Kenapa Anak Tiba-Tiba Susah Makan? Ini Penyebab Umumnya

Banyak orang tua panik ketika anak yang biasanya lahap tiba-tiba tidak mau makan. Padahal, penurunan nafsu makan pada anak bisa terjadi karena berbagai faktor yang wajar. Misalnya, pada usia 2–5 tahun, pertumbuhan anak melambat sehingga kebutuhan makannya juga menurun. Kondisi ini umumnya normal dan tidak berbahaya, asalkan berat badan anak tetap bertambah secara konsisten.

Namun, jika nafsu makan anak menurun terus-menerus, orang tua perlu mencari tahu penyebabnya agar kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi. Berikut ini beberapa faktor umum yang sering menjadi penyebab anak tiba-tiba susah makan:

1. Anak Sedang Sakit

Flu, demam, sakit tenggorokan, sakit perut, atau gigi berlubang bisa menyebabkan tubuh anak lemah dan kehilangan selera makan. Saat sakit, tubuh anak lebih fokus melawan infeksi sehingga makanan menjadi kurang menarik baginya.

2. Tumbuh Gigi

Bayi atau balita yang sedang tumbuh gigi akan merasa nyeri atau ngilu di gusi, sehingga sering menolak makanan. Gusi yang bengkak menyebabkan anak rewel dan malas makan. Biasanya, nafsu makan kembali normal setelah proses tumbuh gigi selesai.

3. Gangguan Pencernaan

Masalah seperti kolik, sembelit, atau refluks asam lambung membuat perut terasa tidak nyaman. Anak pun cenderung menolak makanan. Misalnya, bayi yang kolik bisa menangis berjam-jam dan enggan menyusu atau makan. Begitu juga dengan anak yang perutnya kembung atau susah BAB akan tampak kurang nafsu makan.

4. Kebiasaan Makan yang Buruk

Terlalu sering ngemil atau minum susu di luar jadwal makan dapat membuat anak kenyang sebelum waktu makan utama. Selain itu, kebiasaan makan sambil menonton TV atau bermain gadget membuat anak kurang fokus pada makanan. Ini menyebabkan anak tidak benar-benar menikmati makanannya dan cenderung makan sedikit atau bahkan menolak makan.

5. Pilihan Makanan (Picky Eater)

Banyak anak balita memilih-milih makanan. Mereka hanya mau jenis tertentu dan menolak mencoba yang baru. Meski ini wajar, jika dibiarkan terlalu lama, menu makanan anak bisa jadi sangat terbatas dan berdampak pada kecukupan nutrisinya.

6. Stres atau Masalah Emosional

Perubahan lingkungan seperti pindah sekolah, suasana rumah yang tidak nyaman, atau tekanan dari orang tua bisa membuat anak merasa cemas dan kehilangan nafsu makan. Anak-anak belum mampu mengungkapkan emosinya secara verbal, sehingga sering menunjukkan reaksi melalui perubahan pola makan.


Ciri Nafsu Makan Normal dan Tidak Normal

Ciri Nafsu Makan Normal dan Tidak Normal

Fluktuasi nafsu makan pada anak adalah hal yang biasa. Kadang-kadang anak menolak makan karena kenyang atau bosan dengan menu. Namun, orang tua perlu waspada jika:

  • Penurunan nafsu makan berlangsung lebih dari seminggu

  • Berat badan anak turun drastis

  • Anak tampak lemas, pucat, atau mudah rewel

  • Tanda dehidrasi muncul seperti bibir kering, jarang buang air kecil

  • Disertai gejala lain seperti demam tinggi, nyeri perut, atau muntah-muntah

Dalam kasus seperti ini, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Bisa jadi anak mengalami kondisi medis seperti infeksi, anemia, gangguan pencernaan, atau alergi makanan yang memengaruhi nafsu makannya.


Cara Mengatasi Anak Susah Makan

Menghadapi anak yang susah makan perlu kesabaran dan pendekatan yang menyenangkan. Berikut beberapa strategi yang bisa dicoba:

1. Buat Jadwal Makan Teratur

Terapkan pola makan tiga kali sehari di waktu yang sama. Hindari memberi camilan atau susu menjelang waktu makan utama agar anak merasa lapar saat makan.

2. Variasikan Menu dan Penyajian

Sajikan makanan dalam bentuk menarik: bentuk lucu, warna cerah, atau piring kesukaan anak. Ajak anak ikut memilih atau membantu menyiapkan makanan untuk menumbuhkan rasa ingin mencoba.

3. Porsi Kecil Tapi Sering

Jika anak susah makan dalam jumlah banyak, cobalah berikan porsi kecil lebih sering. Ini lebih mudah diterima dan tetap membantu memenuhi kebutuhan kalori hariannya.

4. Batasi Camilan & Makanan Tidak Sehat

Kurangi makanan manis, gorengan, dan minuman kemasan yang membuat anak cepat kenyang namun miskin gizi. Prioritaskan buah, sayur, sumber protein seperti ikan, telur, dan kacang-kacangan.

5. Hindari Tekanan Saat Makan

Jangan paksa anak untuk makan habis. Sebaliknya, beri pujian jika ia mau mencoba makanan baru. Makan dengan suasana santai dan tanpa gangguan gadget membuat anak lebih fokus dan menikmati makanannya.

6. Gunakan Suplemen Alami (Jika Perlu)

Beberapa suplemen berbahan herbal dapat membantu meningkatkan nafsu makan anak. Misalnya Grotima – suplemen alami berbasis madu, temulawak, albumin ikan gabus, dan gamat emas.

Grotima – suplemen alami berbasis madu, temulawak, albumin ikan gabus, dan gamat emas.

 Kandungan alaminya diklaim membantu meningkatkan selera makan serta memperkuat imunitas anak. Meski demikian, selalu konsultasikan ke dokter sebelum memberikan suplemen apapun. beli grotima klik disini 


Kapan Harus Membawa Anak ke Dokter?

Segera periksa ke dokter jika:

  • Nafsu makan anak menurun drastis lebih dari 5 hari

  • Disertai demam tinggi, muntah, atau diare

  • Anak tampak sangat lemas atau berat badan menurun

  • Ada tanda-tanda anemia seperti wajah pucat dan kurang bersemangat

Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh dan memberikan saran penanganan yang tepat, termasuk terapi gizi atau pengobatan bila diperlukan.


Kesimpulan

Anak bisa tiba-tiba susah makan karena banyak faktor – mulai dari sakit ringan, tumbuh gigi, stres, hingga kebiasaan makan yang kurang tepat. Mengetahui penyebabnya adalah langkah awal untuk mengatasi masalah ini. Terapkan pola makan yang sehat, buat suasana makan menyenangkan, dan jika perlu, bantu dengan suplemen alami yang aman. Namun, bila penurunan nafsu makan disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, jangan ragu untuk membawa anak ke dokter. Setiap anak unik, dan dengan pendekatan yang tepat, orang tua bisa membantu anak kembali makan dengan baik dan tumbuh optimal

Penyebab Sariawan pada Anak dan Cara Mencegahnya

Cara membangun kelekatan (bonding) yang kuat dengan anak

Sariawan (stomatitis aftosa) adalah luka kecil berwarna putih atau kuning di dalam mulut yang sering membuat anak rewel karena rasa perih saat makan atau minum. Bunda dan Papa perlu memahami penyebab sariawan pada anak agar dapat mengambil langkah pencegahan dan penanganan yang tepat. Beberapa faktor utama yang dapat memicu kemunculan sariawan antara lain kekurangan nutrisi, infeksi, kebersihan mulut yang kurang baik, stres, serta makanan tertentu yang menjadi pemicu iritasi. Dengan mengetahui faktor-faktor ini, orang tua dapat lebih siaga dan mencegah keluhan sariawan pada si kecil.

Penyebab dan Faktor Risiko Sariawan pada Anak

Sariawan sering terjadi akibat kombinasi beberapa faktor. Beberapa penyebab umum sariawan pada anak meliputi:

  • Kekurangan Nutrisi: Asupan vitamin dan mineral yang kurang, terutama vitamin C, vitamin B12, asam folat, zat besi, dan seng, dapat melemahkan sistem kekebalan anak sehingga mudah timbul sariawan. Daya tahan tubuh yang lemah membuat lapisan mulut sulit melawan infeksi atau luka kecil yang muncul.
  • Infeksi Virus atau Jamur: Infeksi virus seperti herpes simplex atau penyakit flu Singapura (HFMD) sangat umum memicu sariawan pada anak. Begitu juga infeksi jamur (kandidiasis) dapat menyebabkan luka putih di rongga mulut saat daya tahan tubuh anak menurun. IDAI mencatat bahwa infeksi virus (Herpes, cacar air, HFMD) sering memicu peradangan dan sariawan pada anak-anak.
  • Kebersihan Mulut yang Buruk: Kebiasaan menyikat gigi tidak teratur atau tidak benar akan menimbulkan penumpukan bakteri dan sisa makanan di mulut. Hal ini meningkatkan risiko infeksi di gusi dan lapisan mulut, sehingga berpotensi menimbulkan sariawan. Misalnya, kesalahan menggosok gigi dan luka kecil akibat tergigit atau tergores sikat gigi juga dilaporkan sebagai pemicu sariawan pada anak.
  • Stres dan Kelelahan Emosional: Anak-anak pun bisa mengalami stres, misalnya karena tugas sekolah yang menumpuk atau perubahan rutinitas. Stres berlebih dan kurang istirahat dapat menurunkan imunitas tubuh, sehingga anak lebih rentan terkena sariawan. Orang tua perlu menemani dan memastikan anak cukup istirahat agar sistem kekebalan tetap optimal.
  • Makanan Pemicu Iritasi: Beberapa jenis makanan dapat mengiritasi mulut sensitif anak. Contohnya, cokelat, kacang-kacangan, makanan asam (seperti jeruk atau nanas), serta makanan pedas atau berpenyedap kuat (MSG, asam benzoat) sering dikaitkan dengan timbulnya sariawan. Jika makanan tersebut dikonsumsi berlebihan atau pada anak yang sudah sensitif, lapisan mulut bisa iritasi dan luka.
  • Luka atau Iritasi Fisik: Luka kecil di dalam mulut akibat tergigit tanpa sengaja, jatuh, atau efek kawat gigi (braces) juga dapat memicu sariawan. Kesalahan saat menyikat gigi atau penggunaan pasta gigi dengan sodium lauryl sulfate (SLS) juga dapat mengiritasi mukosa mulut anak. Penting untuk memeriksa mulut anak bila sariawan sering muncul; bisa jadi ada penyebab mekanis yang perlu diatasi.

Memahami penyebab sariawan pada anak seperti di atas membantu Bunda dan Papa mengambil tindakan pencegahan yang tepat. Selanjutnya, mari simak cara mencegah dan mengurangi risiko sariawan agar si kecil tetap nyaman belajar dan bermain.

Cara Mencegah Sariawan pada Anak

Cara Mencegah Sariawan pada Anak

Mencegah sariawan dapat dilakukan dengan menerapkan kebiasaan sehat dan memperkuat daya tahan tubuh anak. Berikut beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan orang tua:

  • Cukupi Nutrisi Anak: Pastikan anak mendapatkan diet seimbang dengan buah dan sayuran yang kaya vitamin (terutama vitamin C dan vitamin B kompleks) dan mineral (besi, seng, kalsium). Asupan nutrisi lengkap akan memperkuat sistem kekebalan tubuh dan mempercepat penyembuhan jika luka mulut terjadi.
  • Jaga Kebersihan Mulut Rutin: Ajarkan anak menyikat gigi minimal dua kali sehari (pagi dan malam) dengan teknik yang benar. Periksa apakah masih ada sisa makanan di sela gigi setelah makan. Kebersihan mulut yang baik mencegah penumpukan bakteri penyebab infeksi. Pilih pula pasta gigi yang bebas SLS untuk mengurangi risiko iritasi.
  • Hindari Makanan Pemicu: Batasi pemberian makanan dan minuman yang terlalu asam, pedas, atau berempah tinggi. Contohnya, sedikitkan camilan cokelat, kacang-kacangan, permen asam, atau makanan siap saji yang mengandung banyak penyedap. Hal ini dapat mengurangi risiko mulut menjadi iritasi dan sariawan.
  • Cukup Istirahat dan Kurangi Stres: Ciptakan lingkungan yang tenang dan beri waktu istirahat yang cukup untuk anak. Aktivitas fisik ringan atau bermain di luar ruangan dapat membantu mengelola stres anak. Dengan istirahat cukup dan pikiran rileks, imunitas anak akan lebih kuat sehingga sariawan lebih jarang muncul.
  • Suplemen Alami untuk Daya Tahan: Pertimbangkan pemberian suplemen herbal untuk mendukung imunitas anak. Produk seperti Grotima — suplemen madu anak yang mengandung madu murni, ekstrak ikan gabus (albumin), temulawak, dan gamat emas — dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh sekaligus mempercepat penyembuhan luka sariawan. Madu murni memiliki sifat antimikroba dan anti-inflamasi untuk meredakan sariawan, sementara albumin ikan gabus dan temulawak berperan memperbaiki jaringan luka. Gamat emas (ekstrak teripang) juga dipercaya mempercepat proses penyembuhan luka. Dengan pola hidup sehat dan asupan suplemen alami seperti ini, pencegahan dan penanganan sariawan menjadi lebih optimal.

Madu sebagai Obat Alami

Madu murni sudah lama dikenal memiliki kandungan antibakteri dan antiperadangan alami. Pada sariawan, madu terbukti efektif mengurangi nyeri, mengecilkan ukuran luka, dan mencegah infeksi sekunder. Penelitian menunjukkan pasien sariawan yang diobati dengan madu cenderung lebih cepat sembuh dibandingkan dengan yang menggunakan salep kimia. Oleh karena itu, menggunakan madu asli (tidak dipasteurisasi atau difilter) sebagai obat oles dapat menjadi pilihan alami untuk meredakan sariawan anak.

Cara Menggunakan Madu untuk Sariawan

Untuk mengobati sariawan secara alami, Anda bisa mengoleskan madu murni langsung pada luka sariawan anak. Lakukan sekitar 3–4 kali sehari, misalnya setelah menyikat gigi di pagi dan malam hari serta setelah makan besar. Setelah mengoles, biarkan madu menempel beberapa saat sebelum melanjutkan aktivitas. Dengan penerapan rutin, madu akan melapisi luka sariawan, mengurangi iritasi, dan membantu proses penyembuhan sehingga anak lebih cepat merasa lega.

Dukungan Suplemen Alami
suplemen alami grotima

Selain pengobatan topikal, memberikan suplemen alami bisa mempercepat pemulihan dan mencegah sariawan datang lagi. Grotima adalah contoh suplemen madu anak yang diformulasikan khusus dengan bahan alami. Grotima mengombinasikan keunggulan madu dengan ekstrak ikan gabus, temulawak, dan gamat emas. Kombinasi bahan ini membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh dan mempercepat regenerasi jaringan mulut yang luka. Albumin dari ikan gabus dan temulawak dalam Grotima berperan penting dalam memperbaiki jaringan yang rusak, sedangkan sifat antimikroba madu menghambat pertumbuhan kuman penyebab infeksi. Gamat emas (teripang) di dalamnya juga dikenal dapat mempercepat proses penyembuhan luka. Dengan rutin mengonsumsi suplemen seperti Grotima, daya tahan anak akan lebih kuat, sehingga sariawan dapat diatasi lebih cepat dan frekuensinya berkurang.

Dengan memahami penyebab sariawan pada anak dan menerapkan langkah pencegahan di atas, Bunda dan Papa dapat menjaga kenyamanan si kecil. Perhatikan nutrisi, jaga kebersihan mulut, hindari pemicu, serta dukung dengan suplemen alami yang tepat seperti Grotima agar anak tetap sehat dan aktif tanpa terganggu masalah sariawan.

Berikan perlindungan terbaik bagi si kecil dengan Grotima, suplemen alami yang diformulasikan khusus untuk membantu mengatasi sariawan. Kandungan madu murni, temulawak, ekstrak teripang, dan ikan gabus bekerja secara sinergis untuk mendukung sistem imun anak secara alami, tanpa efek samping kimia

👉 Beli Grotima klik di sini Sekarang

Makanan Sehat Untuk Anak Berdasarkan Pedoman Gizi Seimbang

Makanan Sehat Untuk Anak Berdasarkan Pedoman Gizi Seimbang

Makanan Sehat Untuk Anak

Apa saja sih Makanan sehat untuk anak bun? Sering sekali saya mendapatkan pertanyaan seperti itu. Dan jawaban saya selalu sama yaitu yang halal.

Mengapa jawabannya adalah yang halal ? karena semua makanan itu baik untuk kesehatan tubuh anak ataupun manusia, kecuali yang diharamkan. Karena jelas sekali makanan haram itu tidak baik untuk kesehatan tubuh manusia titik.

Umumnya para ahli gizi dan kesehatan sudah menetapkan standar makanan yang baik untuk kesehatan terutama untuk pertumbuhan anak. Slogan yang sering kita dengar dari dulu  bahwa makanan sehat adalah makanan yang terdiri 4 sehat 5 sempurna (4S 5S). Ada Karbohidrat, Ikan / daging, Sayuran, buah-buahan serta minuman pelengkap seperti susu.

Konsep Pedoman Gizi Seimbang

Konsep 4S 5s pada konferensi FAO dan WHO di Roma, Italia, telah dirubah menjadi Konsep Pedoman Gizi Seimbang. Yang artinya bagi orang tua dalam menyiapkan makanan sehat untuk anak nya tidak hanya memenuhi unsur 4 S 5s tadi tetapi juga memperhatikan berapa jumlah kalori yang tersedia dari makanan yang kita sajikan untuk kebutuhan gizi anak yang tepat.

Makanan Sehat Untuk Anak berdasarkan Pedoman Gizi Seimbang
Piramida Pedoman Gizi Seimbang

Jumlah kalori yang dibutuhkan anak disesuaikan dengan usai dan aktivitasnya. Rata-rata anak sekolah membutuhkan 1600 – 2500 kalori per hari. Sementar anak yang menginjak usia dewasa asupan kalorinya bertambah dari 2500 – 3000 kalori perhari.

Lalu, bagaimana cara menghitung kalori makanan? Perlu para orang tua ketahui bahwa, 1 gram karbohidrat dapat menghasilkan 4 kkal, 1 gram protein dapat menghasilkan 4 kkal, dan 1 gram lemak dapat menghasilkan 9 kkal. Kurang lebih seperti itu.

Jadi kesimpulannya makan sehat untuk anak adalah makan yang memenuhi unsur 4 sehat 5 sempurna dengan takaran kalori yang sesuai. Cukup sesederhana itu saja.

Selanjutnya yang dibutuhkan adalah variasi dari bahan 4S 5s tadi, variasi ini perlu untuk memperkaya kebutuhan gizi anak dan juga untuk menghindari kebosanan anak terhadap makanannya, apalagi untuk anak yang susah makan.

Kemudian hal yang tidak boleh dilupakan selain makanan sehat adalah olah raga (aktivitas fisik) yang teratur, menjaga kebersihan makanan dan lingkungan serta selalalu memantau berat badan anak.

Yang terakhir dan kadang sering dilupakan adalah pelengkap nutrisi yang sering disebut suplemen. Suplemen untuk anak adalah hal yang kadang diabaikan karena orang tua merasa cukup dengan makanan yang dikonsumsi anak. Hal ini tidak lah salah namun kadang aktivitas anak yang cenderung over aktif dan untuk makanan tertentu seperti sayuran dan buah lebih sering dimakan dalam porsi yang sedikit maka kebutuhan suplemen adalah hal penting.

Lalu suplemen apa yang baik untuk anak ? Jawabannya adalah madu.

Madu Antariksa sebagai Suplemen Makanan Sehat Untuk Anak

Kenapa harus madu sebagai pelengkap makanan sehat untuk anak ? Ini jawabannya :

  • Madu sebagai Sumber Vitamin Yang Lengkap Bagi Anak

Pada madu terdapat vitamin yang dibutuhkan oleh anak, diantaranya : Vitamin A, B1, B2, B3, B5, B6, D, K, E, Uric Acid, dan asam nikotinat.

Yang lebih istimewa lagi keseluruhan vitamin di atas dapat diserap dengan mudah oleh tubuh setelah 1 jam madu ini dikonsumsi anak. Berbeda dengan vitamin yang terdapat pada makanan lain, penyerapan terhitung lebih lambat.

  • Madu memiliki bakteri yang baik.

Bakteri baik ini adalah laktobasilus dan bifidobacteria. Maksudnya bakteri yang baik adalah, bakteri ini baik bagi tubuh dengan membunuh bakteri jahat di dalam usus.  Dengan membunuh bakteri jahat dalam usus maka pencernaan anak juga akan baik, sehingga akan meningkatkan nafsu makannya dan mempercepat penyerapan gizi pada makanan yang dimakannya.

  • Madu baik untuk perkembangan otak

Berilah satu sendok makan madu asli sebelum tidur. Hal ini akan meningkatkan fungsi kinerja otak sebab fruktosa yang terkandung pada madu akan memberi energi cadangan pada hati dan bekerja pada otak semalaman pada saat anak Anda sedang tidur.

  • Membantu Pertumbuhan Anak

Tidak diragukan lagi bahwa madu dapat membantu pertumbuhan anak secara optimal. Madu mengandung cukup banyak zat besi (Fe) dan tembaga (Cu) sedang ASI atau susu sapi mengandung lebih sedikit dibandingkan madu. Asupan Fe dan Cu yang cukup akan membantu proses pembentukan sel darah merah dan hemoglobin.

  • Madu memiliki kandungan antioksidan yang sangat tinggi.

Madu menjaga tubuh dari serangan radikal bebas. Bahkan, antioksidan yang disebut “pinocembrin” hanya ditemukan dalam madu. Hal ini membuat tubuh menjadi lebih sehat, terhindar dari penyakit.

Dari sekian banyak merk madu bahkan tidak jarang ada juga yang palsu dan oplosan. Lalu madu apa yang baik dan cocok bagi anak?

Tanpa basa basi, saya rekomendasikan Madu Anak Antariksa. Kenapa harus madu antariksa? Ini jawabannya :

  1. Madu Asli dan Murni
  2. Mengandung unsur lain yang memang dibutuhkan anak, yaitu : Albumin, Temulawak dan Gamat / Teripang Emas.
  3. Bersertifikat

Silahkan baca selengkapnya tentang madu antariksa disini : https://maduantariksa.id/maduantariksa/

Demikian sedikit ulasan tentang makanan sehat untuk anak. Semoga bermanfaat dan yang menjadi harapan kita semua bisa terwujud yaitu anak tumbuh dan berkembang dengan sehat secara fisik dan baik secara rohani.

makanan sehat anak madu antariksa

*Dikutip dan di edit dari wawancara dengan bunda Sarah.

Save

Save