Penyebab Sariawan pada Anak dan Cara Mencegahnya

Cara membangun kelekatan (bonding) yang kuat dengan anak

Sariawan (stomatitis aftosa) adalah luka kecil berwarna putih atau kuning di dalam mulut yang sering membuat anak rewel karena rasa perih saat makan atau minum. Bunda dan Papa perlu memahami penyebab sariawan pada anak agar dapat mengambil langkah pencegahan dan penanganan yang tepat. Beberapa faktor utama yang dapat memicu kemunculan sariawan antara lain kekurangan nutrisi, infeksi, kebersihan mulut yang kurang baik, stres, serta makanan tertentu yang menjadi pemicu iritasi. Dengan mengetahui faktor-faktor ini, orang tua dapat lebih siaga dan mencegah keluhan sariawan pada si kecil.

Penyebab dan Faktor Risiko Sariawan pada Anak

Sariawan sering terjadi akibat kombinasi beberapa faktor. Beberapa penyebab umum sariawan pada anak meliputi:

  • Kekurangan Nutrisi: Asupan vitamin dan mineral yang kurang, terutama vitamin C, vitamin B12, asam folat, zat besi, dan seng, dapat melemahkan sistem kekebalan anak sehingga mudah timbul sariawan. Daya tahan tubuh yang lemah membuat lapisan mulut sulit melawan infeksi atau luka kecil yang muncul.
  • Infeksi Virus atau Jamur: Infeksi virus seperti herpes simplex atau penyakit flu Singapura (HFMD) sangat umum memicu sariawan pada anak. Begitu juga infeksi jamur (kandidiasis) dapat menyebabkan luka putih di rongga mulut saat daya tahan tubuh anak menurun. IDAI mencatat bahwa infeksi virus (Herpes, cacar air, HFMD) sering memicu peradangan dan sariawan pada anak-anak.
  • Kebersihan Mulut yang Buruk: Kebiasaan menyikat gigi tidak teratur atau tidak benar akan menimbulkan penumpukan bakteri dan sisa makanan di mulut. Hal ini meningkatkan risiko infeksi di gusi dan lapisan mulut, sehingga berpotensi menimbulkan sariawan. Misalnya, kesalahan menggosok gigi dan luka kecil akibat tergigit atau tergores sikat gigi juga dilaporkan sebagai pemicu sariawan pada anak.
  • Stres dan Kelelahan Emosional: Anak-anak pun bisa mengalami stres, misalnya karena tugas sekolah yang menumpuk atau perubahan rutinitas. Stres berlebih dan kurang istirahat dapat menurunkan imunitas tubuh, sehingga anak lebih rentan terkena sariawan. Orang tua perlu menemani dan memastikan anak cukup istirahat agar sistem kekebalan tetap optimal.
  • Makanan Pemicu Iritasi: Beberapa jenis makanan dapat mengiritasi mulut sensitif anak. Contohnya, cokelat, kacang-kacangan, makanan asam (seperti jeruk atau nanas), serta makanan pedas atau berpenyedap kuat (MSG, asam benzoat) sering dikaitkan dengan timbulnya sariawan. Jika makanan tersebut dikonsumsi berlebihan atau pada anak yang sudah sensitif, lapisan mulut bisa iritasi dan luka.
  • Luka atau Iritasi Fisik: Luka kecil di dalam mulut akibat tergigit tanpa sengaja, jatuh, atau efek kawat gigi (braces) juga dapat memicu sariawan. Kesalahan saat menyikat gigi atau penggunaan pasta gigi dengan sodium lauryl sulfate (SLS) juga dapat mengiritasi mukosa mulut anak. Penting untuk memeriksa mulut anak bila sariawan sering muncul; bisa jadi ada penyebab mekanis yang perlu diatasi.

Memahami penyebab sariawan pada anak seperti di atas membantu Bunda dan Papa mengambil tindakan pencegahan yang tepat. Selanjutnya, mari simak cara mencegah dan mengurangi risiko sariawan agar si kecil tetap nyaman belajar dan bermain.

Cara Mencegah Sariawan pada Anak

Cara Mencegah Sariawan pada Anak

Mencegah sariawan dapat dilakukan dengan menerapkan kebiasaan sehat dan memperkuat daya tahan tubuh anak. Berikut beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan orang tua:

  • Cukupi Nutrisi Anak: Pastikan anak mendapatkan diet seimbang dengan buah dan sayuran yang kaya vitamin (terutama vitamin C dan vitamin B kompleks) dan mineral (besi, seng, kalsium). Asupan nutrisi lengkap akan memperkuat sistem kekebalan tubuh dan mempercepat penyembuhan jika luka mulut terjadi.
  • Jaga Kebersihan Mulut Rutin: Ajarkan anak menyikat gigi minimal dua kali sehari (pagi dan malam) dengan teknik yang benar. Periksa apakah masih ada sisa makanan di sela gigi setelah makan. Kebersihan mulut yang baik mencegah penumpukan bakteri penyebab infeksi. Pilih pula pasta gigi yang bebas SLS untuk mengurangi risiko iritasi.
  • Hindari Makanan Pemicu: Batasi pemberian makanan dan minuman yang terlalu asam, pedas, atau berempah tinggi. Contohnya, sedikitkan camilan cokelat, kacang-kacangan, permen asam, atau makanan siap saji yang mengandung banyak penyedap. Hal ini dapat mengurangi risiko mulut menjadi iritasi dan sariawan.
  • Cukup Istirahat dan Kurangi Stres: Ciptakan lingkungan yang tenang dan beri waktu istirahat yang cukup untuk anak. Aktivitas fisik ringan atau bermain di luar ruangan dapat membantu mengelola stres anak. Dengan istirahat cukup dan pikiran rileks, imunitas anak akan lebih kuat sehingga sariawan lebih jarang muncul.
  • Suplemen Alami untuk Daya Tahan: Pertimbangkan pemberian suplemen herbal untuk mendukung imunitas anak. Produk seperti Grotima — suplemen madu anak yang mengandung madu murni, ekstrak ikan gabus (albumin), temulawak, dan gamat emas — dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh sekaligus mempercepat penyembuhan luka sariawan. Madu murni memiliki sifat antimikroba dan anti-inflamasi untuk meredakan sariawan, sementara albumin ikan gabus dan temulawak berperan memperbaiki jaringan luka. Gamat emas (ekstrak teripang) juga dipercaya mempercepat proses penyembuhan luka. Dengan pola hidup sehat dan asupan suplemen alami seperti ini, pencegahan dan penanganan sariawan menjadi lebih optimal.

Madu sebagai Obat Alami

Madu murni sudah lama dikenal memiliki kandungan antibakteri dan antiperadangan alami. Pada sariawan, madu terbukti efektif mengurangi nyeri, mengecilkan ukuran luka, dan mencegah infeksi sekunder. Penelitian menunjukkan pasien sariawan yang diobati dengan madu cenderung lebih cepat sembuh dibandingkan dengan yang menggunakan salep kimia. Oleh karena itu, menggunakan madu asli (tidak dipasteurisasi atau difilter) sebagai obat oles dapat menjadi pilihan alami untuk meredakan sariawan anak.

Cara Menggunakan Madu untuk Sariawan

Untuk mengobati sariawan secara alami, Anda bisa mengoleskan madu murni langsung pada luka sariawan anak. Lakukan sekitar 3–4 kali sehari, misalnya setelah menyikat gigi di pagi dan malam hari serta setelah makan besar. Setelah mengoles, biarkan madu menempel beberapa saat sebelum melanjutkan aktivitas. Dengan penerapan rutin, madu akan melapisi luka sariawan, mengurangi iritasi, dan membantu proses penyembuhan sehingga anak lebih cepat merasa lega.

Dukungan Suplemen Alami
suplemen alami grotima

Selain pengobatan topikal, memberikan suplemen alami bisa mempercepat pemulihan dan mencegah sariawan datang lagi. Grotima adalah contoh suplemen madu anak yang diformulasikan khusus dengan bahan alami. Grotima mengombinasikan keunggulan madu dengan ekstrak ikan gabus, temulawak, dan gamat emas. Kombinasi bahan ini membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh dan mempercepat regenerasi jaringan mulut yang luka. Albumin dari ikan gabus dan temulawak dalam Grotima berperan penting dalam memperbaiki jaringan yang rusak, sedangkan sifat antimikroba madu menghambat pertumbuhan kuman penyebab infeksi. Gamat emas (teripang) di dalamnya juga dikenal dapat mempercepat proses penyembuhan luka. Dengan rutin mengonsumsi suplemen seperti Grotima, daya tahan anak akan lebih kuat, sehingga sariawan dapat diatasi lebih cepat dan frekuensinya berkurang.

Dengan memahami penyebab sariawan pada anak dan menerapkan langkah pencegahan di atas, Bunda dan Papa dapat menjaga kenyamanan si kecil. Perhatikan nutrisi, jaga kebersihan mulut, hindari pemicu, serta dukung dengan suplemen alami yang tepat seperti Grotima agar anak tetap sehat dan aktif tanpa terganggu masalah sariawan.

Berikan perlindungan terbaik bagi si kecil dengan Grotima, suplemen alami yang diformulasikan khusus untuk membantu mengatasi sariawan. Kandungan madu murni, temulawak, ekstrak teripang, dan ikan gabus bekerja secara sinergis untuk mendukung sistem imun anak secara alami, tanpa efek samping kimia

👉 Beli Grotima klik di sini Sekarang

Kenali Tanda-tanda Sariawan Pada Anak

Sariawan bisa juga dialami oleh bayi, anak-anak sampai orang dewasa. Sariawan pada anak ini termasuk kelainan selaput lendir mulut, ditandai dengan munculnya bercak luka. Luka berwarna putih, biasanya terdapat pada daerah bibir, dinding mulut, langgit-langit, di bawah lidah dan permukaan lidah.

Anak yang mengalami sariawan biasanya disebabkan kekurangan vitamin C dan jamur candida yang dipengaruhi oleh sistem imunitas. Masalah pada mulut ini biasanya karena kebersihan mulut yang buruk atau yang lainnya. Sariawan juga akan muncul pada mulut yang terluka, apalagi saat menggosok gigi tidak benar sampai tergigit.

Oleh karena itu para bunda harus mengetahui tanda-tanda sariawan, penyebab dan cara untuk mengatasinya supaya anak cepat sembuh atau terhindar dari masalah sariawan.

Tanda-tanda Sariawan Anak

Sariawan merupakan salah satu penyakit ringan yang sering dialami oleh anak-anak, rasanya sakit dan sangat mengganggu. Oleh karena itu saat anak mengalami sariawan bunda harus segera mengatasinya. Untuk tanda-tanda anak sariawan sendiri mulai dari:

  • Timbul rasa sakit
  • Nyeri hebat/sensasi terbakar
  • Sulit mengunyah & menelan makanan
  • Gelisah
  • Terdapat bercak putih/kemerahan
  • Biasanya disertai demam

Sariawan ini bisa menyerang siapa saja, meskipun tidak berbahaya sariawan memang sangat mengganggu. Hal ini karena saat anak kekurang vitamin C, membuat jaringan lunak dan jaringan penghubung menjadi mudah robek kemudian timbul sariawan.

Sedangkan untuk penyebab utamanya, sampai saat ini masih belum diketahui. Hanya saja biasanya sariawan dipicu oleh beberapa hal atau penyebab lainnya.

Penyebab Sariawan

Untuk penyebab sariawan memang cukup banyak, seperti adanya jamur candida albican, trauma pada area sariawan atau tergigit sampai dengan virus herpes simplex yang berada di bagian belakang tenggorokan.

Selain itu ada banyak pemicu yang membuat anak-anak terkena sariawan. Mulai dari daya tahan tubunya yang lemah, pemberian antibiotik, mulut anak kurang bersih, terlalu banyak mengkonsumsi makanan manis, gorengan, minum atau makan terlalu panas, alergi makanan dan yang lainnya.

Jadi saat daya tahan tubuh anak lemah, kondisi cuaca juga tidak mendukung biasanya kesehatan anak juga akan terpengaruhi. Pola makan mereka menjadi tidak teratur dan membuat anak terkena sariawan.

Anak yang terlalu sering mengkonsumsi makanan manis dan gorengan juga dapat menyebabkan sariawan. Apalagi jika mereka makan makanan yang terlalu keras dan sampai lidah atau bagian pipi dalam mereka tergigit maka sariawan pada anak akan timbul.

Sedangkan anak-anak yang mengalami sariawan karena alergi biasanya mereka mengkonsumsi makanan yang dapat membuat alergi tersebut kambuh. Bisa juga karena anak-anak diberikan makanan yang memiliki tingkat asam lebih tinggi.

Cara Mengatasi Sariawan

Untuk cara mengatasi sariawan pada anak, bunda dapat memberikan beberapa obat yang alami dan aman dikonsumsi anak. Mulai dari cuka sari apel, minyak kelapa, air kelapa, bawang putih, madu dan yang lainnya.

Pada obat alami cuka sari apel dapat mencegah pertumbuhan jamur pada mulut anak. Bunda dapat mengoleskan beberapa tetes cuka tersebut ke dalam luka sariawan untuk mencegah sariawan menjadi lebih parah.

Sama halnya dengan madu yang memiliki kandungan yang sangat bermanfaat untuk mengatasi masalah sariawan. Karena madu memiliki rasa yang manis, disukai anak, dipercaya atau sudah tebukti ampuh untuk mengobati sariawan.

Untuk mengatasi masalah sariawan ini, bunda juga dapat mulai melakukan pola hidup lebih sehat lagi. Berikan makanan dan minuman yang bergizi pada anak, hindari makanan yang memiliki rasa manis berlebih, selalu ajarkan kebersihan mulut setiap hari dan jika perlu ajak mereka untuk berolahraga supaya tetap sehat.

Obat Alami Untuk Sariawan Pada Anak

Obat memiliki banyak macam dan fungsinya, apalagi obat yang memiliki kandungan alami yang aman dikonsumsi. Salah satunya untuk mengobati sariawan yang merupakan gejala benjolan pada mulut dan berwarna kekuningan.

Meskipun bukan penyakit yang serius, sariawan juga perlu disembuhkan supaya tidak mengganggu dan nafsu makan juga tetap terjaga. Saat sariawan ini menyerang anak juga akan lebih mengganggu, mereka akan menjadi malas makan dan dapat mengganggu kesehatan pertumbuhan tubuh mereka.

Sariawan pada anak juga sering kita jumpai terdapat pada bagian dalam mulut atau bibir, gusi sampai dengan rahang. Sariawan juga akan lebih sakit saat mulut digunakan untuk makan, oleh karena itu bunda harus mengatasi masalah tersebut dan berikan obat alami untuk anak.

Obat Alami Untuk Sariawan Pada Anak

Obat Alami Dengan Madu

sariawan pada anak

Madu termasuk bahan herbal, alami, aman dan dipercaya sangat ampuh untuk mengobati sariawan pada anak. Memiliki manfaat dengan meredakan rasa perit pada luka yang disebut sariawan.

Madu juga termasuk obat yang sangat disukai oleh anak-anak, memiliki rasa manis dan lebih aman dikonsumsi sesuai dengan anjuran atau sesuai kebutuhan. Caranya dengan mengoleskan madu, pada bagian yang terkena sariawan, baik di lidah, bibir atau yang lainnya. Lakukan cara tersebut secara teratur dan setelah beberapa saat selesai mengoleskan madu bersihkan dengan air matang.

Obat Alami Dengan Yogurt

Selain madu, yogurt juga termasuk obat sariawan yang ampuh untuk anak-anak. Memiliki manfaat untuk menjadi obat probiotik yang mampu meningkatkan kekebalan tubuh anak dan menyembuhkan sariawan.

Saat anak rutin mengkonsumsi yogurt maka bakteri menguntungkan di dalamnya dapat melawan bakteri jahat penyebab sariawan. Oleh karena itu bunda dapat memberikan yogurt cair pada anak sekitar 1 atau 2 sendok saja. Hindari memberikan yogurt terlalu banyak, supaya anak tidak mencret dan yogurt dianjurkan untuk anak usia 2 tahun ke atas.

Obat Alami Dengan Air Kelapa

Untuk mengobati sariawa pada anak, bunda juga dapat memberikan air kelapa secukupnya. Karena air kelapa sendiri tidak hanya dapat menyegarkan saja saat dijadikan minuman, tapi kandungan isotonic di dalamnya juga dapat menyehatkan tubuh.

Kandungan ion alami air kelapa dapat membuat tubuh anak menjadi lebih segar, tidak terlalu lemah terutama saat mereka terkena sariawan. Bunda dapat memberikan air kelapa murni yang baru saja di buka pada anak, karena dapat membuat luka sariawan menjadi cepat pulih dan meningkatkan fungsi pencernaan.

Obat Alami Dengan Jus Cranberry

Cranberry merupakan salah satu buah yang memiliki kandungan vitamin C yang dapat mengatasi masalah sariawan pada anak. Karena biasanya, anak-anak lebih rentan terkena sariawan jadi jus ini baik dikonsumsi untuk anak usia 2 tahun ke atas.

Buah ini dapat membuat luka sariawan menjadi cepat sembuh dan mengatasi rasa sakitnya. Jadi untuk bunda yang ingin memberikan jus cranberry pada anak, berikan 1 sendok saja karena sistem pencernaan usia mereka masih sangat sensitif.

Obat Alami Dengan Jus Jeruk

Jus jeruk sama dengan jus cranberry, memiliki kandungan vitamin C yang baik. Anak-anak yang mengkonsumsi jus jeruk kebutuhan vitamin C akan tercukupi dan baik juga diberikan pada anak yang sedang mengalami masalah sariawan.

Jus jeruk ini dapat menyembuhkan sariawan, cara kerjanya dengan regenerasi kulit, membunuh bakteri pada mulut dan menyembuhkan luka sariawan lebih cepat dari yang lainnya. Berikan jus jeruk alami dan buatan bunda sendiri, hindari memberikan jus jeruk buatan pabrik yang kemungkinan memiliki bahan pengawet.

4 Obat Sariawan Anak Alami Bukan Albothyl

Sejak penggunaan Albothyl untuk obat sariawan telah dilarang oleh pemerintah melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), maka banyak masyarakat yang akhirnya mencoba beralih ke bahan tradisional untuk mengobati sariawan terutama untuk anak-anak.

Efek samping dari penggunaan Albothyl diantaranya adalah timbulnya infeksi dari bekas luka pada sariawan. Bagi anak-anak yang terkena sariawan ini tentu akan menambah derita nyeri nya dan akan mengganggu pola makannya yang mana akan berakibat pada asupan gizi dan nutrisi pada tubuh.

Penggunaan bahan tradisional alami untuk obat sariawan pada anak menjadi pilihan yang tepat. Berikut 3 obat sariawan alami untuk anak :

  • Madu

Madu sudah dikenal sebagai obat alami untuk berbagai penyakit. Termasuk diantaranya sebagai obat sariawan anak. Madu bersifat anti radang dan bersifat analgesik atau pereda rasa sakit, hal ini akan membantu mengatasi sariawan pada anak.

Selain itu madu juga mengandung berbagai vitamin yang selain bermanfaat untuk atasi sariawan, juga baik untuk kesehatan anak.

Cara pemakaian :

Pemakaian madu untuk anak, baik itu usia 1 tahun, 2 tahun ke atas, adalah dengan cara dioleskan pada luka sariawannya. Lakukan pengolesan 3x sehari setelah makan.

  • Ikan Gabus

Ikan gabus adalah ikan air tawar yang banyak terdapat di Indonesia. Ikan gabus ternyata kaya akan albumin dan mempunyai kandungan protein tinggi yang lebih tinggi dari telur dan daging.

Kadar Protein Ikan Gabus sebesar 79.5%, sementara kandungan Albuminnya sebesar 30,5% serta 5,95% untuk mineral dan 2,84% untuk kadar airnya.

Kandungan ini sangat bermanfaat untuk mempercepat penyembuhan luka sariawan pada anak karena luka akan cepat mengering.

Cara pemakaian :

Untuk anak-anak usia balita dapat dimasak seperti digoreng , dikukus / direbus, dibuatkan sup ikan gabus dan dijadikan menu lauk pada makanan anak.

  • Teripang Emas

Teripang emas atau gamat emas adalah hewan air laut yang lebih dikenal dengan nama timun laut. Karena bentuk nya seperti timun besar.

Hewan ini banyak terdapat di perairan semenanjung Malaysia dan di perairan Indonesia. Bagi masyarakat pesisir pantai, teripang sering digunakan untuk pengobatan luka, termasuk pengobatan pasca melahirkan atau obat luka bagi anak yg selesai di khitan.

Hasil penelitian para ahli, ternyata pada teripang terdapat berbagai kandungan istimewa yang diantara bermanfaat untuk meregenerasi sel atau memperbaiki sel jaringan yang rusak.

Kandungan protein dan kolagen pada teripang yang tinggi dapat mempercepat pembentukan jaringan baru pada luka sariawan. Sehingga sariawan cepat kering dan tertutup lagi.

Biasanya teripang emas ini sudah di olah untuk dijadikan obat dalam bentuk kemasan.

Cara pemakaian :

Untuk obat kemasan anak-anak 1 tahun ke atas atau 2 tahun ke atas bisa menggunakan dengan cara diminum 2x sehari dan di oles diluka sariawannya.

  • Madu Antariksa

Madu Antariksa

Madu Antariksa adalah obat sariawan anak yang paling ampuh. Hal ini karena Madu Antariksa mengandung 3 bahan alami di atas yaitu Madu, Albumin dan Teripang serta di tambah dengan Ekstrak Temulawak.

3 Bahan di atas dikombinasikan dalam 1 kemasan tentu akan menjadikan Madu Antariksa sebagai obat sariawan anak yang paling bagus.

Selain praktis dan ekonomis, Madu Antariksa juga memberikan manfaat lain untuk kesehatan anak. Selain membantu atasi sariawan anak, secara alami juga mampu meningkatkan daya tahan tubuh anak, meningkatkan kecerdasaan dan pertumbuhan anak.

Jadi jika anda mencari obat sariawan anak yang alami ingat Madu Antariksa.

Cara Mengatasi Sariawan Pada Anak Secara Alami

Sariawan merupakan benjolan yang berada di daerah mulut, berwarna putih kekuningan tapi bukan termasuk penyakit serius. Karena sariawan bisa disembuhkan dengan atau tanpa obat.
Jumlah sariawan di dalam mulut sendiri biasanya lebih dari satu, sangat mengganggu dan saat tersentuh makanan maka pada bagian sariawan tersebut akan terasa sakit. Untuk penyebab umumnya biasanya karena mereka kekurangan vitamin C, tidak hanya pada orang dewasa saja tapi juga anak-anak.
Oleh karena itu para bunda sebaiknya ketahui penyebab, gejala dan cara untuk mengatasinya supaya sariawan cepat sembuh. Hal di ini dilakukan untuk mencegah kesehatan anak menjadi semakin memburuk, karena kebanyakan anak menjadi malas makan dan kesehatan menjadi terganggu.

 

Mengatasi sariawan pada anak

Beberapa Cara Mengatasi Sariawan Pada Anak Secara Alami

  • Menjaga Mulut Tetap Bersih
    Sama halnya dengan orang dewasa, anak-anak juga harus rajin menjaga kesehatan mulut. Dengan begitu masalah seperti sariawan menjadi terhindarkan dan lakukan menggosok gigi minimal 2 kali dalam sehari tapi jangan berlebihan.
    Saat anak rajin menyikat gigi, sikat gigi yang digunakan juga harus diganti secara teratur atau minimal 1 bulan sekali. Hal ini dilakukan supaya tidak menimbulkan bakteri gigi yang menempel pada sikat, perhatikan juga pemilihan pasta gigi dan sikat sesuaikan dengan kebutuhan anak.
    Bisa juga menyediakan obat kumur supaya kebersihan gigi & mulut menjadi lebih optimal dan hindari penggunaan sikat gigi orang lain meskipun masih satu keluarga.
  • Obat Kumur Alami
    Untuk obat kumur bunda dapat menggunakan beberapa bahan alami seperti campuran cuka apel, garam dan air hangat. Campuran tersebut akan sangat efektif untuk memusnahkan jamur di dalam mulut.
    Saat anak sariawan dengan berkumur dengan obat ini maka sariawan akan menjadi kempes dan sembuh. Pada cuka apel ini terdapat kandungan vitamin dan mineral yang akan memberi pertahanan terhadap jamur dan meningkatkan imunitas tubuh anak.
  • Mengkonsumsi Makanan Sehat
    Untuk menghindari sariawan, anak perlu mengkonsumsi makanan yang sehat dan aman. Hal ini termasuk salah satu cara untuk mencegah sariawan pada anak yang muncul dan meningkatkan sistem imunitas tubuh anak. Apalagi dengan asupan nutrisi yang lengkap dan seimbang maka anak akan terhindar dari bakteri penyakit.
    Berikan buah dan sayuran pada anak yang memiliki kandungan vitamin yang banyak. Karena kandungan tersebut akan mempercepat proses penyembuhan. Perhatikan pola makan anak yang sehat dan ajak anak untuk melakukan olahraga secara teratur setiap harinya.
  • Berikan Madu Sebagai Obat
    Madu sudah dari zaman dahulu menjadi obat alami untuk menyembuhkan sariawan. Madu juga dapat membuat sariawan berkurang rasa sakitnya dan luka tidak terlalu kaku. Tidak hanya memiliki rasa yang manis saja, tapi juga memiliki manfaat yang baik untuk anak kita.
    Caranya dengan mengoleskan madu pada bagian sariawan secara langsung dan biarkan beberapa menit supaya madu teresap dengan baik pada luka sariawan dan bersihkan dengan berkumur air putih.
  • Berikan Banyak Cairan
    Saat anak mengalami sariawan biasanya mereka tidak mau makan dan makan makanan dalam bentuk padat. Sedangkan untuk menyembuhkan sariawan, nutrisi yang diberikan pada anak harus sesuai dengan kebutuhan.
    Oleh karena itu untuk mengganti makanan padat tersebut kita dapat memberikan cairan supaya lebih mudah dicerna dan lebih mudah untuk menelan. Berikan juga air putih yang cukup, jus buah-buahan dan susu yang baik untuk kalsium, dapat membantu pertumbuhan anak dengan baik.